JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Lupa Kunci Pintu Rumah, Motor dan Telepon Genggam Warga Plupuh Digasak Maling

Lupa Kunci Pintu Rumah, Motor dan Telepon Genggam Warga Plupuh Digasak Maling

582
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Seolah tak ada hentinya, teror pencurian kendaraan bermotor terus terjadi. Rabu (4/2/2015) dinihari kemarin aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi kali ini menimpa Ramto (34) warga Dukuh Gambiran RT 3, Desa Cangkol, Plupuh.
Hanya gara-gara lupa mengunci pintu karena pulang kemalaman, korban harus membayar mahal keteledorannya dengan kehilangan satu unit sepeda motornya, dan dua handphone yang ada di rumah. Pelaku diduga sudah mengintai dan kemudian menyelinap masuk saat semua penghuni rumah sedang terlelap.
Kasus pencurian itu terungkap ketika korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Plupuh dan diteruskan ke Polres Sragen, Rabu (4/2/2015) siang. Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika dinihari kemarin korban begadang di luar dan baru pulang sekitar pukul 00.00 WIB.
Entah karena terlalu ngantuk atau kecapekan, sesampai di rumah korban langsung masuk dan menutup pintu. Nahas, korban langsung nyelonong masuk ke kamar dan lupa mengunci pintu. Korban kaget ketika bangun tidur sudah mendapati sepeda motornya dan dua unit handphone yang ada di dalam meja sudah raib dari tempatnya.
Anak dan istri korban juga mengaku tidak mengetahui pelaku yang telah mengambil sepeda motor serta dua HP itu. Celakanya lagi, surat STNK sepeda motor tersebut juga berada di dalam jok sepeda motor. Korban yang panik akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek. Korban menderita kerugian sekitar Rp 10 juta.
Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi membenarkan adanya laporan kejadian pencurian tersebut. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya kembali mengimbau agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam mengamankan rumah dan lingkungannya serta menambah perangkat pengamanan kendaraan bermotor untuk menghindari tindak kejahatan.
Wardoyo