JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mantan Narapidana Boleh Mencalonkan Diri Jadi Walikota

Mantan Narapidana Boleh Mencalonkan Diri Jadi Walikota

358
BAGIKAN

ilustrasi

SOLO – Kota Solo lima tahun mendatang bisa saja dipimpin seorang yang pernah tersandung kasus hukum. Asalkan, yang bersangkutan bisa memenuhi persyaratan pencalonan, baik lewat partai politik (Parpol) maupun dukungan sebagai calon perseorangan.

Ketika telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umu (KPU) setempat sebagai calon, maka dia pun berpeluang ambil bagian dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang. Hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 1/ 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) dan draft Peraturan Komisi Pemilihan Umu (PKPU) tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.

“Bagi yang pernah dipidana penjara dengan ancaman lima tahun atau lebih, boleh diajukan sebagai calon namun harus memenuhi sejumlah persyaratan,” kata Ketua KPU Kota Solo Agus Sulistyo, dalam Sosialisasi Persiapan Rencanan Pemilihah Walikota Solo, di Kantor Sekretariat KPU, Jumat (6/2/2015).

Agus menjelaskan, masa keluar penjara dengan pendaftaran calon sudah berjarak lima tahun. Hal itu dibuktikan dengan surat dari kepala lembaga pemasyarakatan (Kalapas). Calon juga harus membuat pernyataan di surat kabar terkait statusnya sebagai mantan narapidana. Bukti pemuatan di surat kabar itu nantinya juga perlu ditunjukkan saat melengkapi syarat pendaftaran.

“Selain itu, yang bersangkutan bukan pelaku kejahatan yang berulang-ulang. Ini dibuktikan dengan surat dari kepolisian,” terang Agus.

Dini Tri Winaryani