JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Masih Ada Pedagang Oprokan Belum Kebagian Kios Pasar Ir Soekarno

Masih Ada Pedagang Oprokan Belum Kebagian Kios Pasar Ir Soekarno

291
BAGIKAN
NEKAT- Sejumlah pedagang Pasar Ir Soekarno nekat tetap berjualan di depan rumah warga di sekitar pasar, Senin (3/6). Joglosemar | Murniati
NEKAT- Sejumlah pedagang Pasar Ir Soekarno nekat tetap berjualan di depan rumah warga di sekitar pasar, Senin (3/6). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO – Jumlah pedagang oprokan Pasar Ir Soekarno dengan sisa kios/los tidak sebanding. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo mencatat setidaknya ada 182 pedagang oprokan belum berizin yang sering mangkal diluar. Sementara sisa los/kios yang ada di pasar baru tersebut hanya 109 unit plus lima ruangan besar .

Lurah Pasar ir Soekarno, Tri Sukrisno mengatakan tetap berpedoman tidak ada pedagang yang membuka lapak diluar pasar. Untuk menyiasati itu, pihaknya akan menempatkan para pedagang oprokan belum berizin itu di sela-sela yang ada. Seperti di bawah tangga atau sela-sela lain yang memungkinkan.

Dengan pemanfaatan sela-sela itu, kemungkinan pasar akan terkesan semrawut. Terkait hal ini, Tri Sukrisna tidak menampik. Namun, kedepan akan disetting atau ditata sedemikian rupa sehingga tetap terlihat rapi. “Intinya tidak ada aktivitas jual beli diluar. Semua pedagang harus masuk pasar. Nanti akan ditata,” tandas Tri Surisno, Minggu (22/2/2015).

Tri Sukrisno mengakui tidak sedikit pedagang oprokan yang ngeyel. Mereka masih sering berjualan di luar pasar dan umumnya menempati di trotoar sebelah selatan Pasar Ir Soekarno. Terkait hal ini, pihaknya tidak akan segan-segan menindak para pedagang nakal itu. Bahkan, kata dia, trotoar di sana akan dibongkar dan akan dimanfaatkan sebagai mana mestinya.

“Yang susah itu pedagang terlanjur ngontrak diemperan rumah-rumah warga. Setiap pagi sudah dioprak-oprak tetap saja ngeyel. Kalau dibiarkan kan pedagang yang didalam pasar bisa tidak laku. Kalau masih ada yang ngeyel sebenarnya bisa digusur,” tegasnya.

Kepala Disperindag Sukoharjo, Anton Bambang Haryanto mengatakan upaya penertiban pedagang Pasar ir Soekarno akan terus dilakukan. Mengingat pedagang berizin yang sempat memilih membuka lapak diluar sudah bersedia menempati jatah kios/los masing-masing. Hanya saja, keberadaan pedagang oprokan liar belum berizin yang berjualan di luar pasar.

Keberadaan merekaitu dinilai bisa menimbulkan kecemburuan bagi pedagang berizin di dalam pasar. Pedagang didalam, imbuh Anton, khawatir daganganya tidak laku. Sebab masyarakat atau pembeli memilih membeli di luar karena dianggap lebih praktis.

“Pedagang oprokan tetap harus masuk ke dalam pasar. Nanti akan ditata agar semua bisa berjualan didalam pasar,” ujarnya.

Sofarudin