JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mendikbud Target 1 Juta Wisatawan untuk Sangiran

Mendikbud Target 1 Juta Wisatawan untuk Sangiran

512
BAGIKAN
Seorang bocah mencermati isi koleksi museum purbakala Sangiran | Joglosemar/Ari Kristyono
Seorang bocah mencermati isi koleksi museum purbakala Sangiran | Joglosemar/Ari Kristyono

SRAGEN– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan menargetkan angka kunjungan wisatawan ke Museum Purbakala Sangiran di Kalijambe Sragen bisa menembus angka satu juta per tahun.

Selain perlu peningkatan promosi, Mendikbud juga mengapresiasi peran masyarakat sekitar yang selama ini membantu penemuan fosil hingga menjadikan koleksi fosil di Museum Sangiran sebagai yang terbanyak di dunia.

Hal itu disampaikan Anies saat berkunjung ke Museum Sangiran, Kamis (26/2/2015). Dalam kunjungan yang pertama ke Sangiran itu, ia mengatakan Museum Sangiran punya potensi pariwisata luar biasa karena memiliki koleksi fosil terlengkap dari berbagai peradaban yang tak bisa ditemukan di tempat lain di dunia.Karenanya, jika saat ini jumlah wisatawan ke Sangiran baru 315.000 orang per tahun, ia berharap ke depan bisa naik menjadi satu juta per tahun.

“Indonesia harus bangga di tempat ini ada sejarah perjalanan makhluk yang usianya jutaan tahun. Koleksi fosilnya juga tidak sebanyak yang saya bayangkan. Saya pernah datangi museum-museum yang relatif baik di Perancis, Jerman, Inggris, Amerika tapi tidak selengkap di sini. Kekayaan fosil di Sangiran ini dari seluruh session. Makanya saya mendorong agar potensi ini dikembangkan lagi dari aspek pembelajarannya dan penelitiannya,” papar Anies didampingi Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman saat meninjau koleksi di Sangiran.

Menurut Anies, potensi besar itu selama ini dinilai kurang optimal tersampaikan ke dunia. Dari 315.000 wisatawan, hanya 15 persen saja yang tercatat sebagai wisatawan dari mancanegara. Padahal, berdasarkan data, hampir 60 persen wisatawan asing itu memilih destinasi wisata dari budayanya, kemudian 30 persen karena pemandangannya, serta 10 persen karena alasan lain.

Dengan koleksi fosil lengkap dan terbanyak di dunia, ia optimistis Sangiran punya potensi wisata luar biasa. Karenanya, Kemendikbud akan membantu pengembangan Sangiran sebagai tempat belajar dan penelitian sehingga ke depan nama Sangiran bisa semakin dikenal mancanegara.

“Kalau kunjungan wisatanya meningkat, pasti akan punya efek peningkatan kesejahteraan pada masyarakat sekitar. Karena Museum Sangiran ini punya kelebihan. Kita di sini bisa pegang-pegang barang atau fosilnya. Sementara di tempat lain biasanya do not touch,” tandasnya.

Wardoyo