JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mengedarkan Narkoba dari Tahanan LP Klaten, 3 Pemuda Ditangkap Polisi

Mengedarkan Narkoba dari Tahanan LP Klaten, 3 Pemuda Ditangkap Polisi

364
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SUKOHARJO – Tiga pengedar Narkoba jenis sabu diringkus jajaran Satnarkoba Polres Sukoharjo. Pengedar sabu ini diduga dikendalikan seorang tahanan yang berinisial EB dari dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klaten. Barang haram yang mereka edarkan itu seberat 1 ons dengan nilai jual sekitar Rp 90 juta.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai didampingi Kasatnarkoba AKP Sentot Ambar Wibowo menjelaskan tiga pengedar sabu itu diringkus di tiga tempat yang berbeda. MM alias Rosyid ditangkap di kawasan Solobaru, Kecamatan Grogol pada Minggu (15/2) lalu. Sedangkan WSN alias Wijaya dan SP alias Sapto diringkus di rumah indekos di Karanglo, Madegondo, kecamatan Grogol, Sabtu (14/2).

Berdasarkan hasil interogasi, terang kapolres, tiga pengedar sabu itu dikendalikan EB yang merupakan tahanan Lapas Klaten. “MM ini ada perintah dari EB yang sedang ada di LP Klaten untuk mengantarkan barang itu,” terang kapolres dalam gelar tersangka di Mapolres Sukoharjo, Selasa (24/2/2015).

Tersangka juga mengaku berhubungan dengan EB melalui telepon seluler. Dengan kata lain, EB menyimpan telepon meski sedang dalam masa kurungan. Untuk memastikan kesaksian tersangka itu, Polres Sukoharjo masih akan berkoordinasi dengan Lapas Klaten dan Satnarkoba Polres Klaten. Yang jelas, selain pemakai, ketiga tersangka juga sebagai pengedar karena ditemukan timbangan elektrik.

“Kami koordinasi dengan LP Klaten dan Satnarkoba Polres Klaten untuk memastikan itu. Sudah cukup lama (mengedarkan narkoba) di LP. Memang dia (EB) juga tahanan kasus yang sama,” tandas kapolres.

Dari tangan tersangka MM dan SWN, polisi mengamankan lima paket sabu seberat lima gram, sepeda motor Honda Vario nopol AD 6755 KU, tas warna hitam berisi kertas rekap pendistribusian sabu, timbangan elektronik warna hitam. Sedangkan dari tangan tersangka SP petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 0,32 gram.

Sementara itu, tersangka MM mengaku menerima sabu seberat 1 ons dari EB yang berasal dari Lapas Klaten. Menurutnya, barang tersebut senilai kurang lebih Rp 90 juta itu dikirim oleh seseorang dan bertemu di kawasan RSUD Sukoharjo. “Saya dijanjikan upah Rp 2,9 juta. Baru sekali ini disuruh. Awalnya 1 ons dijadikan 50 paket dan sudah dikirim ke pengguna atas perintah EB,” tuturnya.

Tersangka WSN Alias Wijaya mengaku hanya mengenal EB melalui saluran telepon dua minggu sebelum tertangkap. Dia mengaku sudah mengirim 10 paket sabu di kawasan Kartasura dan 10 paket di kawasan Colomadu.

“Satu tempat 10 paket, sudah ada pesanan tinggal mengantarkan ke suatu tempat. Diambil siapa saya tidak tahu. Yang menyuruh langsung EB,” katanya.

Sofarudin