JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mengejutkan, Angka Penderita Kanker di Wonogiri Tergolong Tinggi

Mengejutkan, Angka Penderita Kanker di Wonogiri Tergolong Tinggi

361
BAGIKAN
KANGKER- Misiyem (40) warga kikis Rt 002/ RW 10, Gedawung, Kismantoro,  menderita kangker ganas tampak duduk dengan tegar  saat dijenguk Listyorini  istri camat Kismantoro, Kamis (29/1)
KANKER- Misiyem (40) warga kikis Rt 002/ RW 10, Gedawung, Kismantoro, Wonogiri, penderita kanker ganas saat dijenguk Listyorini istri camat Kismantoro, Kamis (29/1)

WONOGIRI – Angka kasus penderita penyakit kanker di Kabupaten Wonogiri terbilang tinggi. Sejumlah pasien terdeteksi dalam kondisi telah berstatus stadium lanjut.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Wonogiri Supriyo Heryanto mengatatakan angka kasus penderita kanker terbilang tinggi. Rata-rata penderita telah memasuki stadium lanjut saat menjalani pertolongan medis.

“Rata-rata baru di ketahui ketika sudah stadium tiga,” ujarnya, Jumat (30/1/2015) lalu

Pihaknya mencatat kasus penyakit kanker terbilang meningkat. Pada tahun 2014 setidaknya tercatat angka penderita kanker payudara sebanyak 206, 14 orang di antaranya meninggal. Sedang jumlah kasus penderita kanker servik di tahun tersebut sebanyak 85, 5 diantaranya meninggal.

Sementara di tahun 2103 kanker payudara hanya 64 kasus dan tidak  ada yang meninggal dunia. Sementara kasus jenis kanker Cervik sebanyak 34 pasien,  3 diantaranya meninggal.

Menurut Priyo melonjaknya angka penyakit kagker  dengan jumlahh kasus meninggal dunia meningkat dipengaruhi oleh beberapa faktor Faktor yang paling berpengaruh menurutnya, para penderita tidak melakukan deteksi dini. Sebab rata rata kasus, penderita telah memasuki stadium tiga saat menjalani pengobatan.

“Kalau dideteksi lebih dini tentu dapat segera di beri pertolongan medis. Sayangnya saat berobat sudah masuk stadium tiga,” ujarnya

Priyo menambahkan, kagker bukan disebabkan virus melainkan merupakan benda asing yang bersarang dalam tubuh danterus mengalami pembesaran. Katanya, sel kanker berkembang lebih cepat dari sel biasanya. Penderita kanker biasanya telah memiliki bibit dalam tubuhnya. Tingginya risiko terkena kanker, menurutnya juga dipengaruhi faktor makanan makanan pengawet dan mengandung zat warna yang tidak aman bagi tubuh manusia.

Arief Setiyanto