JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mental Terganggu, Sejumlah Pedagang Klewer Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

Mental Terganggu, Sejumlah Pedagang Klewer Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

254
BAGIKAN
Pedagang Pasar Klewer melakukan cek kesehatan, Senin (02/02/2015) di Halaman Masjid Agung Surakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan tema UNS Peduli Pasar Klewer Bangkit_Foto_Maksum N F
Pedagang Pasar Klewer melakukan cek kesehatan, Senin (02/02/2015) di Halaman Masjid Agung Surakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan tema UNS Peduli Pasar Klewer Bangkit_Foto_Maksum N F

SOLO – Nur Fadillah (43) tidak menyangka harus dirujuk ke RSUD DR Moewardi untuk penanganan lebih lanjut setelah melakukan pengecekan kesehatan mental di halaman Masjid Agung Surakarta, Senin (2/2/2015). Dia harus konsultasi ke RSUD DR Moewardi secara rutin satu minggu sekali sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan, karena dia mengalami stres akut dan membuat jantung berdebar-depar akibat dampak kebakaran Pasar Klewer.

Selama ini,  dia sering mengalami hal-hal yang aneh pasca kejadian kebakaran yang menghanguskan kiosnya. Yang mana nafsu makan berkurang, datang bulan tidak teratur, sering melamun, sampai menangis jika mengingat Pasar Klewer terutama kiosnya yang sudah ditempati selama puluhan tahun.

“Saya dirujuk ke RSUD DR Moewardi saat diperiksa untuk penanganan rutin satu minggu sekali. Tadi sempat ditanya macam-macam sama petugas yang dirasakan setelah kejadian kebakaran dan diberi motivasi,” ujarnya kepada Joglosemar usai melakukan pemeriksaan kesehatan mental, Senin.

Mau tidak mau dirinya harus datang ke RSUD DR Moewardi guna cek rutin. Tidak tahu disana mau diapakan, katanya mau ditangani lebih lanjut seperti memberikan terapi untuk mengurangi masalah yang ada ini. Karena memang masalah ini membuat dirinya kepikiran terus, apalagi pasca kejadian belum berjualan dan baru akan berjualan di Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta.

”Mau tidak mau harus datang ke rumah sakit, diminta mulai minggu ini. Kemungkinan banyak juga yang dirujuk, kejadian itu memang habis-habisan semua barang terbakar dan membuat kondisi fisik jadi drop,” katanya.

Lain lagi, Kusbani yang harus dirujuk ke RSJ untuk penanganan lebih lanjut  gejala yang sudah dirasakan ini. Dirinya tidak menyadari bisa sampai seperti ini harus dirujuk ke RSJ.

“Tidak menyadari bisa sampai dirujuk ke RSJ biar tidak berlarut-larut dan ini tidak masalah. Kata petugas itu stresnya sudah diambang batas dan butuh relaksasi, kesananya itu seminggu sekali tapi untuk relaksasinya malah seminggu dua kali,” paparnya.

Memang diakui pasca kejadian ini membuat dirinya banyak pikiran baik pribadi ataupun lembaga. Yang mana sering gelisah susah tidur, bahkan kalau nglilir langsung kepikiran macam-macam. “Awalnya tidak niat mau cek kesehatan mental tapi dari petugas malah disuruh karena wajahnya, tidak tahu seperti apa. Disuruh menghentikan aktivitas dulu,” imbuhnya.

Sementara itu Petugas pendamping di bidang Psikolog, Moh Abdul Hakim menyatakan memang banyak pedagang yang rujuk ke RSUD DR Moewardi atau RSJ untuk penanganan serius. Kalau seperti itu maka dikategorikan masalahnya sudah akut, karena mereka punya beban berat. “Itu sudah ada kategori akut. Pastinya mereka merasa gelisah dan stres atas kejadian itu, ini bisa terlihat dari wajahnyas,” terangnya.

Hakim menambahkan, memang kejadian ini berdampak pada kesehatan mental dan juga kesehatan fisik. Kedepan akan terus ada pendampingan untuk pedagang, tidak hanya yang sudah berjualan tapi dijuga yang ada di rumah. “Pendampingan terus ada, kami juga akan jemput bola untuk penanganan pedagang yang ada rumah,” pungkasnya.

Ari Welianto