JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Menteri Agraria: 2016, Rumah Ibadah dan Bangunan Sosial Bebas Pajak

Menteri Agraria: 2016, Rumah Ibadah dan Bangunan Sosial Bebas Pajak

253
BAGIKAN
MENGAJI-- Guru Madrasah Ramadan Masjid Laweyan sedang menyimak bacaan anak-anak yang sedang mengaji di Masjid Laweyan, Solo, Rabu (24/7)
Ilustrasi

JAKARTA– Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan berniat membebaskan pajak bumi dan bangunan (PBB) per tahun. Pembebasan ini berlaku sejak 2016 mendatang untuk rumah sederhana, tempat ibadah dan bangunan bersifat sosial.

“Kalau di tahun ini tentu belum dapat diterapkan. Kami akan melakukan pematangan terlebih dahulu. Kami menargetkan, insya Allah, dapat diberlakukan pada 2016 mendatang,” kata Ferry dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Minggu (1/2/2015).

Gagasan ini akan dibarengi dengan penghapusan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) dalam komponen harga jual rumah. Dia yakin ide ini bisa membantu masyarakat yang merasa selalu terbebani dengan PBB yang harus dibayarkan setiap tahun.

“Jadi nanti PBB cukup dibayarkan di awal saja, di saat orang membeli tanah atau membangun rumah,” lanjutnya.

Agar wacana itu bisa segera terwujud, Ferry sudah mengagendakan untuk bertemu dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Namun Menkeu saat ini tengah disibukkan dengan urusan APBN-P.

“Namun karena Menkeu sedang sibuk menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan, waktu tepatnya masih ditunggu,” jelas Ferry.

Ide ini juga sudah disampaikan kepada asosiasi pengembang properti agar NJOP tidak lagi dimasukkan ke dalam komponen harga jual rumah. Dia menilai selama ini pengembang sudah mendapat keuntungan berlipat dari pencantuman NJOP di dalam komponen harga jual rumah.

“Saya harapkan pembahasan mengenai wacana ini selesai pada tahun ini sehingga dapat diterapkan mulai tahun depan,” tutupnya.
detikNews|Moksa Hutasoit