JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Menteri Kehutanan: Pelaku Ilegall Logging Itu Serupa dengan Teroris

Menteri Kehutanan: Pelaku Ilegall Logging Itu Serupa dengan Teroris

237
BAGIKAN
Polisi dan Perhutani mengevakuasi barang bukti truk yang memuat 13 kayu gelondongan di hutan Jati, Tangen, Sragen, Rabu (7/1/2015) dini hari | Wardoyo
Polisi dan Perhutani mengevakuasi barang bukti truk yang memuat 13 kayu gelondongan di hutan Jati, Tangen, Sragen, Rabu (7/1/2015) dini hari | Wardoyo

BOGOR– Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan penebangan liar pohon atau illegal logging di kawasan hutan konservasi milik negara dianggap teroris yang harus diberi hukuman berat.

“Pokoknya, siapapun orang yang melakukan illegal logging itu teroris yang harus dihukum berat,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat pencanangan penanaman pohon di kebun pembibitan paguyuban Budiasih, Desa Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Hijau untuk Indonesia, sejahtera untuk rakyat. Semoga melalui perkebunan ini bencana alam bisa diminimalisasi,” katanya.

Siti Nurbaya mengatakan pula bahwa hutan harus dijaga kalau bukan kita oleh siapa lagi. Karena kerusakan alam itu bisa dicegah kalau kita menghargai alam.

“Buka hanya illegal logging ekspansi perkebunan kelapa sawit dengan dibukanya hutan telah mendorong kerusakan di hutan bakau di Indonesia,” katanya.

Ia mengakui pula memang ada lahan negara yang telah ditanami pohon bakau atau hutan bakau di Kabupaten Bogor, Sumatera Utara dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Tetapi belum ada laporan dari masyarakat ke Kementerian.

“Jika memang ada hutan bakau milik negara yang dirusak akibat Illegal Logging menjadi hutan sawit, silakan lapor langsung ke saya,” katanya menegaskan.

Menteri juga mempersilakan memberikan alamat lengkapnya ke Kementerian, nanti tim akan turun ke lapangan untuk melihat langsung kawasan hutan bakau mana saja yang rusak akibat orang yang tidak bertanggung jawab.

“Saya akan bertindak tegas agar tidak ada orang yang berani merusak hutan negara,” katanya.

Sementara itu, Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo, pendiri paguyuban Budiasih mengatakan perkebunan ini memang sengaja dibangun untuk pelestarian lingkungan. “Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa mengurusnya,” katanya.

Menurut dia, saat ini perkebunan pembibitan Budiasih memiliki lahan seluas 12 hektare menjadi pusat pembibitan pohon di Bogor.

Ia mengatakan pula, tadinya lahan pembibitan Budiasih yang terletak di Desa Kadumanggu, Babakan Madang, Kabupaten Bogor itu adalah lahan perkebunan singkong.

Tetapi hasilnya tidak maksimal, maka kebun itu disulap menjadi pusat kegiatan pembibitan warga, aktivis lingkungan, dan tentara dari beragam satuan.

Pembagian bibit gratis ini dimulai sejak tahap I (2010-2011) dan tahap II (2011-2012) sebanyak dua juta pohon trembesi.

Seiring dengan meningkatnya animo masyarakat dan permintaan terkait bibit pohon yang lain, pada tahap III (2013-2014) paguyuban Budiasih-BNI membudidayakan berbagai jenis tanaman keras dan buah- buahan sebanyak dua juta bibit ditambah 20.000 bibit pohon langka dan endemik.

ANTARA