JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Menteri Pertanian Curigai Adanya Mafia Beras di Sragen

Menteri Pertanian Curigai Adanya Mafia Beras di Sragen

422
BAGIKAN
BERAS CADANGAN- Bulog Grogol menyediakan 100 ton cadangan beras untuk bencana di Sukoharjo. Foto diambil Jumat (24/1) lalu. Joglosemar | Murniati
BERAS CADANGAN- Bulog Grogol menyediakan 100 ton cadangan beras untuk bencana di Sukoharjo. Foto diambil Jumat (24/1) lalu. Joglosemar | Murniati

SRAGEN– Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman mengancam akan mencopot siapapun pejabat di sektor pertanian, yang terlibat mempermainkan distribusi beras sehingga membuat situasi harga beras di Jakarta dan kota besar menjadi langka. Tidak hanya itu, Mentan juga meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas terhadap mafia distribusi beras yang selama ini ditengarai telah bermain sehingga membuat harga beras sempat melambung tinggi.
Penegasan itu disampaikan Mentan saat melakukan panen raya padi di areal Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Rabu (25/2/2015). Ancaman itu lontarkan setelah melihat ada kejanggalan disparitas (selisih) harga yang tidak wajar antara fakta di lapangan dengan harga beras yang sempat membuat panik di Jakarta.
Menurutnya, harga beras yang di Jakarta sempat menembus Rp 12.000/kilogram logis mengingat data dari petani yang ditemui di sepanjang wilayah Sragen yang panen kemarin menyampaikan harga gabah masih Rp 4.500/kilogram.
Mentan mengungkapkan dengan angka konversi 30 % dari gabah ke beras, jika harga gabah Rp 4.500 mestinya harga beras sampai Jakarta hanya Rp 6.500/kilogram, dan jika harga beras di Jakarta sampai Rp 12.000 maka harga gabah di lapangan harusnya sampai Rp 9.000/kilogram. Mencoloknya selisih harga antara Sragen dengan Jakarta itu menguatkan keyakinannya bahwa memang ada mafia atau spekulan yang mempermainkan distribusi beras saat ini.
“Ada distribusi yang tidak bagus, ada mafia dan spekulan yang sengaja bermain. Ketika dipanggil Presiden kemarin, kami juga sudah mengecek bahwa stok beras cukup. Makanya, ini ada Pak Kapolres, Kajari, Dandim, kami minta mafia dan spekulan itu disanksi tegas,”  ujar Amran.
Tidak hanya spekulan dan pelaku distribusi nakal, Amran bahkan tidak segan mencopot langsung siapapun pejabat di jajaran pertanian yang mencoba bermain atau terlibat dalam penyimpangan distribusi beras. Tidak hanya beras, pejabat yang terbukti bermain dalam distribusi pupuk, benih, atau tidak mempermudah kepentingan petani, juga tidak akan dibiarkan berlama-lama menduduki jabatan.
“Kalau ada orang pertanian di bawah kami itu bermain, hari itu juga dia akan terima surat pencopotan. Bukan besok-besok lagi. Makanya kami ingatkan jangan coba-coba khianati pertanian dan siapapun yang menyakiti hati petani akan berhadapan dengan Mentan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Amran juga sudah memerintahkan Bulog untuk menambah pasokan melalui operasi pasar ke daerah-daerah yang harga berasnya masih tinggi. Soal kekhawatiran petani bahwa OP akan menurunkan harga gabah, ia menjamin hal itu tak terjadi karena OP hanya di daerah yang kekurangan serta pemerintah tetap akan menjaga stabilitas harga gabah.
Ia juga membeberkan isu kelangkaan dan mahalnya beras, memang sengaja ditiupkan oleh sekelompok pihak di Jakarta agar pemerintah tertekan dan melakukan impor beras. Namun ia menegaskan impor tidak akan dilakukan lantaran stok beras nasional saat ini masih 17.000.000 ton, cukup memadai apalagi sejumlah daerah seperti Sragen juga panen raya. Dalam kesempatan itu, Mentan juga mengapresiasi produktivitas padi di Sragen yang naik cukup drastis dari 6,8 ton/hektare tahun lalu menjadi 11,4 ton/hektare pada lahan yang dipanen kemarin.
“Ini luar biasa ada kenaikan 50 % untuk Sragen. Ini harus dipertahankan,” tandasnya.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman menyampaikan Sragen memang menjadi salah satu daerah penyangga pangan terbesar nomor 2 di Jateng dan salah satu daerah lumbung nasional. Menurutnya untuk produksi beras 2014, Sragen mampu menyumbang surplus pangan sebesar 244.000 ton ke nasional dan tahun depan ditarget ada kenaikan 100.000 ton.
Sebagai apresiasi dan untuk mewujudkan target itu, Pemkab juga sudah mengalokasikan dana Rp 6,85 miliar pada tahun 2015 untuk sektor pertanian mulai dari pembuatan jalan usaha tani, pengadaan bantuan bibit kedelai dan padi serta bantuan perbaikan embung-embung. Panen raya kemarin juga dihadiri sejumlah pejabat dari pertanian pusat, serta seluruh unsur Muspida Sragen.
Wardoyo