JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Menyuruh Bersaksi Palsu, Pengacara di Sragen Dituntut 1 Tahun

Menyuruh Bersaksi Palsu, Pengacara di Sragen Dituntut 1 Tahun

481
BAGIKAN

 

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN—Seorang pengacara asal Kampung Bulaksari, Nglorog, Sragen berinisial WW (51) dituntut hukuman satu tahun penjara karena didakwa telah menyuruh seseorang untuk bersaksi palsu guna memuluskan persidangan kliennya. Kasus ini menjadi menarik karena sama persis dengan kasus KPK vs Polri dan menimpa Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto (BW).

Modus yang dilakukan yakni dengan menyuruh kliennya menunjuk dua orang sebagai saksi untuk menjalankan skenario memberikan kesaksian palsu di persidangan.

Tuntutan itu mengemuka dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen dua hari lalu. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Edy Suwanto itu, menghadirkan WW sebagai terdakwa dan dari JPU hadir Kasie Pidum Kejari Sragen Hanung Widyatmoko.

Hanung mengungkapkan, terdakwa dituntut satu tahun penjara dengan pertimbangan menurut penuntut, terdakwa telah terbukti menyuruh dua orang, Parto Diyono dan Supardi alias Poti untuk bersaksi palsu di persidangan sengketa jual beli tanah milik almarhum Parinem (orangtua Joko Purwadi) dengan pembelinya, Giyem tahun 2007 silam.

Selain itu, tuntutan satu tahun itu juga didasarkan pada vonis persidangan sebelumnya terhadap Parto Diyono dan Supardi, yang dinyatakan bersalah dan divonis masing-masing sembilan bulan. Bedanya, keduanya sebelumnya dituntut 15 bulan oleh JPU. “Kita juga ada pertimbangan tertentu di antaranya terdakwa WW selama ini cukup kooperatif,” ujar Hanung.

Meski dituntut satu tahun, Hanung mengatakan, terdakwa WW memang tidak dilakukan penahanan seperti apa yang dilakukan Polri ketika pertama kali langsung menahan BW. Menurutnya, tidak ditahannya WW karena selama penyidikan di kepolisian memang tidak dilakukan penahanan sehingga jaksa hanya melanjutkan saja. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa.

Wardoyo