JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mucikari Kasus Seksual yang Menyeret Nama Raja Surakarta Divonis 3 Tahun

Mucikari Kasus Seksual yang Menyeret Nama Raja Surakarta Divonis 3 Tahun

334
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO –  Suryawati alias Wati (WT) warga Jetis RT 1 RW X, Makamhaji, Kartasura, terlepas dari jeratan Kitab Undang-undang Hukum Pidana(KUHP) Pasal 297tentang Perdagangan Manusia. Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo menjatuhi perantara kasus kekerasan seksual yang menyeret Raja Keraton Surakarta itu dengan hukuman tiga tahun penjara, Kamis (26/2/2015).

“Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana tiga tahun penjara kepada terdakwa dan denda Rp 10juta subsider tiga bulan kurungan,” tutur Hakim Anggota, Teddy Windiartono disambung dengan ketukan palu oleh Hakum Ketua, M. Koesnan.

Pengamatan Joglosemar, dalam amar putusan yang dibacakan Teddy, WT dinyatakan terbukti berperan sebagai perantara atau mucikari. WT mengakui telah mempertemukan gadis berinisial AT dan YF, NR kepada MrX berkulit putih, agak gemuk dan bicaranya kurang jelas melalui seseorang yang bernama MY. Namun WT tidak pernah bertemu langsung dengan pria yang dimaksud tersebut. Namun, korban meyakini MrX adalah Raja Keraton Surakarta Paku Buwono (PB) XIII.

Kasus ini terus bergulir setelah AT melaporkannya ke Polres Sukoharjo pada pertengahan 2014 silam. Siswi salah satu SMK Swasta di Sukoharjo itu melapor telah digagahi hingga hamil oleh pria dengan ciri-ciri tersebut di sebuah hotel di kawasan Gentan, kecamatan Baki. Pertemuan AT dengan MrX itu difasilitasi oleh WT dan YF.

Menurut Kuasa Hukum WT, Yuri Warmanto, kliennya telah mengakui perbuatannya tersebut dan majelis hakim menjatuhkan hukuman sesuai UUPA. Menurut Yuri, perbuatan WT memang tidak memenuhi unsur pidana perdagangan manusia yang sempat disangkakan.

Sofarudin