JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mulai April, Jadwal Perjalanan Kereta Api Daops VI Yogyakarta Berubah

Mulai April, Jadwal Perjalanan Kereta Api Daops VI Yogyakarta Berubah

268
BAGIKAN
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan

JOGJA– Sejumlah jadwal perjalanan kereta di PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta akan mengalami perubahan mulai 1 April 2015.

“Rata-rata, jadwal keberangkatan kereta dari Daerah Operasi VI Yogyakarta pada awal April lebih cepat dibanding jadwal lama. Oleh karenanya, masyarakat yang akan memanfaatkan kereta harus mengetahui perubahan ini agar tidak terlambat datang ke stasiun,” kata Manager Corporate Communications PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Gatut Sutiyatmoko di Yogyakarta.

Sejumlah kereta dengan jadwal keberangkatan lebih awal di antaranya Argo Lawu relasi Solo Balapan – Jakarta Gambir akan diberangkatkan pukul 08.00 WIB dari jadwal sebelumnya pukul 08.30 WIB, dan Fajar Utama Yogyakarta relasi Yogyakarta – Jakarta Pasar Senen diberangkatkan pukul 07.00 WIB dari jadwal sebelumnya 08.45 WIB.

Gatut mengatakan, akan melakukan sosialisasi mengenai perubahan jadwal keberangkatan kereta tersebut melalui berbagai media, seperti pemasangan spanduk di lokasi-lokasi strategis.

“Masyarakat harus memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal ini. Kami pun sudah meminta customer service yang melayani pemesanan tiket kereta agar menjelaskan perubahan jadwal keberangkatan itu,” katanya.

Selain sosialisasi kepada calon penumpang, lanjut Gatut, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi kepada petugas jaga palang pintu kereta.

“Tentunya, akan ada perubahan jadwal untuk menutup palang pintu kereta. Petugas penjaga harus mengetahui perubahan-perubahan ini,” katanya.

Ia menjelaskan, perubahan jadwal perjalanan kereta tersebut disebabkan berbagai faktor di antaranya menyesuaikan kebutuhan masyarakat, adanya tambahan jadwal perjalanan kereta di suatu wilayah, dan dibukanya jalur ganda di sejumlah wilayah.

“Setiap tahun, PT KAI melakukan evaluasi terhadap jadwal perjalanan kereta. Bisa saja, jadwal itu berganti setiap tahun apabila dirasa perlu guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Di Daerah Operasi VI Yogyakarta, akan ada penambahan 16 jadwal perjalanan kereta yang terdiri dari 10 jadwal perjalanan untuk angkutan penumpang dan enam jadwal perjalanan untuk kereta barang.

Saat ini, jumlah perjalanan kereta yang melalui Daerah Operasi VI mencapai 146 perjalanan setiap hari untuk seluruh jenis kereta.

Tambahan jadwal perjalanan kereta untuk angkutan penumpang tersebut disebabkan adanya tambahan jadwal perjalanan kereta perintis yang akan melayani rute Purwosari-Wonogiri dan kereta AC Joglo Ekspress relasi Yogyakarta-Solo.

Kereta perintis relasi Purwosari-Wonogiri yang rencananya diberi nama Batara Kresna tersebut akan diluncurkan pada pertengahan Maret. “Kami menghidupkan kembali lintasan tersebut,” katanya.

Tambahan jadwal perjalanan kereta tersebut, lanjut Gatut, perlu diantisipasi dengan mempersiapkan rambu di sekitar pintu perlintasan. Penyiapan rambu tersebut menjadi kewenangan Dinas Perhubungan setempat.

“Harus ada rambu yang mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat melewati perlintasan, khususnya perlintasan yang tidak dijaga karena frekuensi kereta yang melintas akan semakin meningkat,” katanya.

ANTARA