JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Museum Geologi Pamerkan Beragam Seluk Beluk Batu Akik

Museum Geologi Pamerkan Beragam Seluk Beluk Batu Akik

354
BAGIKAN
Ilustrasi: Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Ilustrasi: Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

BANDUNG – Bagi penggemar batu akik bisa lebih dalam mengetahui seluk-beluk bebatuan tersebut di Museum Geologi. Museum yang berlokasi di Jalan Diponegoro Bandung ini juga memiliki sejumlah koleksi batu mulia yang beberapa di antaranya tersohor dengan nama pasar batu akik.

Kepala Museum Geologi, Sinung Baskoro mengajak detikcom ke lantai II. Di sana ada ruangan yang khusus menerangkan terkait pemanfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia. Dalam ruangan tersebut juga terpajang jenis-jenis mineral yang dilengkapi panel gambar dan layar informasi.

Yang pertama menarik perhatian adalah batu berwarna ungu tua berbentuk bulat diameter 15 sentimeter yang dipajang di luar tanpa ditutup kaca. Juga di etalase yang ditutup kaca ada batu serupa setinggi 50 centimeter. Rupanya batu tersebut adalah batu yang bernama ilmiah Kristal Ametis atau yang kini tersohor dengan mana Batu Kecubung. Batu tersebut tidak diketahui asal mulanya karena pihak museum mendapatkan batu tersebut dengan cara membeli.

“Ini kita beli waktu itu. Kalau beli kadang sudah dari beberapa tangan tidak diketahui daerah asalnya dari mana,” ujar Sinung, Senin (23/2/2015).

Batu lain yang masih berupa bongkahan yang dipajang di museum tersebut yakni batu Sitrin, Safir dan Garnet. Batu-batu tersebut disajikan dalam diameter sekitar 10-15 sentimeter. Tak hanya itu, di ruangan tersebut Museum Geologi juga memamerkan koleksi batu yang sudah dipoles sehingga terlihat jauh lebih cantik. Seperti batu Sunstone, Pirus, Fluorit dan Giok Jawa.

“Sebetulnya koleksi batu mulia ini cukup banyak juga, tapi disimpan di storage. Ini kami pamerkan yang paling ideal,” kata Sinung.

Akhir Maret 2015 mendatang, Museum Geologi rencananya akan mewluncurkan ruang pamer baru yang juga menyajikan batuan-batuan yang kini sedang populer. Sebagai bocoran, ada batu kecubung dan giok dalam ukuran yang cukup besar.

Avitia Nurmatari  | Detik