JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Musim Banjir di Solo, Warga Diminta Waspadai Leptospirosis

Musim Banjir di Solo, Warga Diminta Waspadai Leptospirosis

322
BAGIKAN
Warga bermain di depan Taman Cerdas Gandekan Solo yang tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N F
Warga bermain di depan Taman Cerdas Gandekan Solo yang tergenang air luapan Sungai Bengawan Solo_Foto_Maksum N F

SOLO – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta mewaspadai penyakit diare atau leptospirosis yang ditularkan dari hewan ke manusiapasca beberap wilayah Kota Solo tergenang air akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo ataupun sungai kota. Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat tidak bermain-main air, kalau sudah bermain segera mungkin langsung mandi dan mencuci menggunakan sabun.

Kepala DKK Surakarta, Siti Wahyuningsi mengatakan apapun genangan air itu berbahaya tidak hanya leptospirosis tapi juga diare dan jamur. Paling bagus masyarakat tidak keceh atau bermain air, kalau keceh cuci pakai sabun dan mandi.

“Intinya itu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan memang kesadaran masyarakat itu masih kurang. Jadi adanya genangan itu tidak hanya berdampak pada Leptospirosis saja tapi juga bisa diare dan jamur, Lestospirosis belum ada di Solo dan diharapkan tidak ada,” terangnya saat ditemui disela-sela ziarah ke Makam Ki Gede Sala, Kamis (12/2/2015).

tidak ada tim khusus dalam upaya mengantasipasi banjir dalam hal ini dibidang kesehatan. Melainkan itu dilakukan bersama-sama tidak hanya dibidang kesehatan saja tapi juga beberapa pihak yang terlibat. Pihaknya menekankan PHBS masyarakat dan itu terus dilakukan penyuluhan, apalagi kan sudah ada posyandu ataupun puskesmas keliling.

“Jadi tidak hanya tim khusus kesehatan saja tapi bersama-sama. Kan ada Posyandu dan Puskesmas keliling yang terus melakukan penyuluhan dan itu tidah pas banjir saja tapi setiap saat karena itu sudah menjadi tugas kita,” kata dia.

Pihaknya juga sudah menyiapkan tim gerak cepat saat banjir datang. Itu tidak hanya di tempatkan di daerah rawan banjir saja tapi semua wilayah di Kota Solo, tapi di daerah yang rawan banjir ada puskesmas penyangga. Jika terjadi banjir maka puskesmas yang didaerah tersebut sibuk dengan aktivitasnya, maka puskesmas penyangga ini harus gerak dan action.

“Tim gerak cepat sudah siap dan ditempatkan di semua wilayah tidak hanya di wilayah rawan banjir saja.  Ada juga puskesmas penyangga untuk daerah banjir, tim gerak cepat itu tiap puskesmas ada empat orang dan itu 24 jam,” sambungnya.

Ning menambahkan, selain tenaga medis logistik obat juga sudah disiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Obat-obatan sudah kami siapkan. Jadi semuanya itu sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi banjir di Kota Solo,” pungkasnya.

Ari Welianto