JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Musim Penghujan Jalan di Klaten Rusak 70 Persen

Musim Penghujan Jalan di Klaten Rusak 70 Persen

377
BAGIKAN
Ilustrasi | Ario Bhawono
Ilustrasi | Ario Bhawono

KLATEN – Masuk puncak musim penghujan tahun 2015 ini, fasilitas jalan umum yang berada  di Kabupaten Klaten 70 persen kondisinya rusak dari total panjang jalan sekitar 215 kilometer. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Energi Sumber Daya Mineral(ESDM)  Klaten, Abdul Mursyid. Menurutnya,kerusakan jalan yang terjadi berupa kerusakan  sedang sekitar 40 persen dan ringan 30 persen. Kerusakan jalan itu disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi  pada bulan Februari inidan memicu kerusakan jalan semakin cepat.

“Jumlah jalan rusak sebesar 70 persen. Saat ini kami sudah persiapan lelang dan diharapkan segera berjalan dengan skala prioritas jalan-jalan yang utama. Untuk Jl Yogya-Solo menurutnya bukan kewenangan Pemkab Klaten sebab itu jalan nasional,”tuturnya, Sabtu (14/2/2015).

Abdul melanjutkan, dari survei yang pihaknya lakukan kerusakan terparah terjadi pada  jalur jalan dari dan menuju lereng Gunung Merapi. Kerusakan tersebut disebabkan karena truk pasir yang setiap hari melewati jalur jalan tersebut. Kerusakan ketegori parah yang berada di Lereng Merapi tersebut meliputi 3 kecamatan, yakni Kondisi jalan yang rusak parah saat ini banyak ditemukan di Kecamatan Kemalang, Manisrenggo, dan Karangnongko.

“Selain itu, kerusakan jalan yang parah ada di jalur jalan yang berada di perbatasan Kabupaten Sukoharjo. Seperti Di Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Juwiring dan jalan lingkar Delanggu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPU dan ESDM Pemkab Klaten, Sumarno mengatakan pihaknya sulit untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh jalan-jalan yang mengalami kerusakan tersebut, karena terbatasnya anggaran yang diberikan oleh pemerintah.

“Tahun ini kita hanya mendapatkan total anggaran untuk perbaikan jalan sebesar Rp 40 milyar. Padahal dari perhitungan yang kita lakukan seharusnya dianggarankan sebesar kurang lebih Rp 50 milyar,”tuturnya.

Namun,menurutnya total anggran sebesar itu sudah mengalami kenaikan dua kali lipat. Sebab pada tahun 2014 lalu pihak DPU Klaten hanya mendapatkan anggran sebesar Rp 20 milyar saja untuk perbaikan jalan.

“Anggran tahun ini memang sudah mengalami kenaikan dua kali lipat. Kenaikan anggran itu akan kita gunakan untuk memperbaiki beberapa jalur jalan yang menjadi prioritas,”pungkasnya.

Dani Prima