JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Niat Hati Melelang Mobil, Malah Tekor Rp 6,7 Juta

Niat Hati Melelang Mobil, Malah Tekor Rp 6,7 Juta

454
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Nasib apes menimpa Nanung H (51) warga Bener, Ngrampal, Sragen.  Niat pria yang berprofesi sebagai guru tersebut untuk ikut melelang Mobil Innova harus dibayar mahal karena uangnya sebesar Rp 6,7 juta miliknya malah amblas akibat tertipu oleh oknum yang mengaku sebagai panitia lelang mobil dinas dari Kantor Bea Cukai Semarang.
Kejadian itu terungkap setelah korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolres Sragen, Senin (9/2/2015). Di hadapan petugas, ia menceritakan penipuan itu bermula ketika pada Minggu (8/2) malam sekira pukul 21.50 WIB mendadak ia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Jiman, dari Kantor Bea Cukai Semarang.
Dalam teleponnya, pelaku mengabarkan kalau ada lelang mobil dinas di Kantor Bea Cukai Semarang dan salah satunya Kijang Innova Tahun 2013. Korban merasa tertarik melelang Innova itu kemudian menanyakan kepada pelaku tentang persyaratannya. Pelaku kemudian menyampaikan jika salah satu persyaratan lelang adalah membayar uang muka sebesar Rp 15 juta yang harus ditransfer saat itu juga.
Korban yang merasa sudah tidak asing dengan Jiman kemudian menuruti persyaratan tersebut. Namun karena uangnya di ATM tidak mencukupi, korban kemudian melanjutkan dengan mentransfer uang sebesar Rp 6,7 juta lewat salah satu bank swasta di Sragen, Senin (9/2/2015) siang.
Uang tersebut kemudian ditransfer dari rekening atas nama Sulistyono dengan nomor rekening 14001026643507 ke rekening yang diberikan yakni atas nama Nur Siah dengan nomor 538401015294534. Setelah uang tertransfer, korban kemudian mengontak penelepon bernama Jiman itu untuk mengabarkan bahwa uang sudah ditransfer.
Namun, saat mengkonfirmasi kepada Jiman, ternyata yang bersangkutan mengelak dan merasa tidak pernah menelepon korban. Meski sempat beradu argument, pelaku tetap bersikukuh merasa tidak pernah mengontak ataupun meminta transfer uang untuk lelang mobil.
Merasa sudah ditipu, korban pun akhirnya nekat melapor ke Polres Sragen. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp 6,7 juta. Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui kasubag HUmas AKP SAptiwi membenarkan adanya laporan tersebut. Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran transksasi apapun yang disampaikan orang tak dikenal atau oknum yang mengaku-aku sudah kenal.
“Saat ini laporan tersebut masih dalam pendalaman kami dan masih dilakukan penyelidikan,” jelasnya.
Wardoyo