JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nyalon Walikota, Achmad Purnomo Dianggap Langgar Etika

Nyalon Walikota, Achmad Purnomo Dianggap Langgar Etika

212
BAGIKAN
Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo| Foto: Maksum N F
Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo| Foto: Maksum N F

SOLO -Rencana Wakil Walikota Achmad Purnomo maju dalam bursa pencalonan Walikota melalui PDI Perjuangan mendapat sorotan dari internal partai.

Meski penjaringan dilakukan secara terbuka, namun langkah politik Purnomo dinilai tak etis. Hal itu disampaikan Ketua Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Solo Suharsono.

“Itu memang hak beliau untuk ikut mendaftar. Ini memang sifatnya terbuka. Namun, ini terasa tak etis secara politik,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (10/2/2015).

Pasalnya, di internal PDIP dukungan untuk mengusung kembali FX Hadi Rudyatmo (Rudy) sebagai calon walikota terus mengungat. Rudy saat ini masih menjabat Walikota sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Solo.

“Mestinya kan melihat dulu. Kalau memang Pak Rudy tidak maju, bolehlah mencalonkan,” tambahnya.

Dia juga menilai, dukungan untuk maju sebagai orang nomor satu di jajaran eksekutif itu tak bisa didapat dengan mudah. Salah satunya adalah riwayatnya dalam berproses di partai politik yang menaunginya.

Kader yang ingin mencalonkan diri pada pilkada mestinya bisa melihat kompetensi diri sendiri dan kontribusi yang telah diberikan untuk partai. Selain itu, visi misi yang dibawa calon juga harus selaras dengan deologi partai.

“Saya melihat belum ada kontribusi yang besar membesarkan partai. Par Pur menjadi kader partai pun belum lama. Jangan hanya memanfaatkan partai sebagai kendaraan politik,” tambahnya.

Sementara Purnomo sendiri telah menyatakan kesiapannya maju dalam bursa Balon Walikota. Hari ini Purnomo berencana mengambil formulir pendaftaran ke Panitia Penjaringan Balon Walikota dan Wawali PDIP, di Sekretariat DPC.

“Kalau saya mau mencalonkan, pasti lewat PDIP, karena memang saya kader partai. Pak Rudy itu selalu menyampaikan agar semua kader berani maju. Jadi, saya kira tak perlu minta restu atau izin, karena Pak Rudy sendiri yang mendorong,” kata Purnomo.

Dini Tri Winaryani