JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Oja Firmansyah Absen di Singapura

Oja Firmansyah Absen di Singapura

333
BAGIKAN
Oja Firmansyah (putih) saat berlatih di lintasan atletik Stadion Sriwedari Solo, tahun lalu. Foto : Maksum Nur Fauzan
Oja Firmansyah (putih) saat berlatih di lintasan atletik Stadion Sriwedari Solo, tahun lalu. Foto : Maksum Nur Fauzan

SOLO – Tim atletik Indonesia kehilangan atlet andalannya, Oja Firmansyah pada ajang Asean Para Games (APG) 2015 di Singapura akhir tahun mendatang.

Atlet asal Aceh ini tak dipanggil pada Pelatihan Nasional (Pelatnas) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia lantaran gagal memenuhi klasifikasi saat Asian Para Games 2014 di Korea Selatan.

Padahal saat di APG 2014 Myanmar lalu, Oja jadi salah satu atlet berpreestasi dengan torehan tiga emas dari nomor 100 meter, 200 meter dan 4×400 meter untuk klasifikasi T44. Kini, tim pelatih atletik pun harus menyiapkan para pengganti Oja agar potensi emas di Singapura tak hilang.

“Kami tidak mau ambil risiko dengan memanggil Oja. Karena saat di Korea, dia gagal lomba karena tidak memenuhi klasifikasi untuk T44. Saat ini pilih fokus untuk menyiapkan atlet penggantinya,” terang Pelatih Atletik Indonesia Waluyo kepada Joglosemar.co, Jumat (6/2/2015) sore.

Ada beberapa atlet yang diproyeksikan untuk mengganti tempat Oja. Namun, Waluyo belum bisa memastikan atlet yang berangkat ke Singapura. Pasalnya, pada pekan pertama ini tim atletik belum memulai program yang sebenarnya. Puluhan atlet yang sudah datang hanya menjalani adaptasi agar lebih maksimal pekan depan.

“Ada 15 atlet yang belum datang. Kemungkinan program baru efektif pada pekan depan. Saya akan lihat potensi para atlet untuk menggantikan Oja,” jelasnya.

Bila melihat persaingan di Singapura nanti, kans untuk merebut banyak medali masih terbuka. Nomor estafet jadi bidikan tim atletik untuk merealisasikan target perolehan medali. Namun tak menutup kemungkinan nomor lain juga akan membuat kejutan dengan mengalahkan pesaing dari Thailand, Malaysia maupun Vietnam.

“Kalau baca peluang, estafet peluangnya cukup besar. Karena Indonesia cukup unggul di estafet. tapi kami wajib berlatih maksimal agar bisa mengungguli para pesaing,” tambahnya.

Nofik Lukman Hakim