JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Oplosan Seratus Butir Pil Dextro dengan Minuman Ringan Tewaskan Dua Warga

Oplosan Seratus Butir Pil Dextro dengan Minuman Ringan Tewaskan Dua Warga

192
BAGIKAN

 

ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG  – Polisi meringkus MR (29) warga Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, pengoplos pil dextro atau salah satu jenis obat yang masuk dalam daftar G (gevaarlijk) atau berbahaya yang menewaskan dua orang, beberapa waktu lalu.

“Tersangka ini mencampur sekitar 100 butir pil dengan minuman ringan,” kata Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Pol Djihartono di Semarang, Senin (2/2/2015).

Menurut dia, peristiwa yang menewaskan dua orang, masing-masing Eko Riyadi dan Darwadi warga Kalialang, Sukerejo, Gunungpati, Semarang, tersebut terjadi pada 28 Januari 2015.

Saat itu, tersangka mendatangi rumah korban Eko Riyadi sambil membawa minuman yang sudah dioplos dengan pil dextro tersebut.

Selain ke rumah Eko, tersangka juga mendatangi korban Darwadi di rumahnya yang jaraknya tidak terlalu jauh.

“Setalah minum-minum, kedua korban muntah-muntah kemudian pingsan,” ungkap Djihartono.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Bersama dengan tersangka, polisi mengamankan sebuah botol yang berisi sisa minuman mematikan tersebut.

Akibat perbuatannya itu, tersangka akan dijerat dengan pasal 204 KUHP tentang peredaran produk berbahaya yang membahayakan jiwa atau kesehatan seseorang hingga menyebabkan kematian.

Sebelumnya, Dua warga Kalialang, Sukerejo, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tewas diduga “overdosis” pil dextro atau salah satu jenis obat yang masuk dalam daftar G (gevaarlijk) atau berbahaya.

Kedua orang yang ditemukan tewas secara terpisah pada hari Kamis (28/1) pagi tersebut masing-masing Darwadi (25) dan Eko Riyadi (30).

Dari informasi yang diperoleh, Eko tewas setelah sempat memperoleh perawatan di Rumah Sakit dr Kariadi Semarang.

Tidak berselang lama, korban Dawadi ditemukan tewas di depan sebuah rumah di Perumahan Taman Sentosa, Gunungpati, Semarang.

Antara | Senjaya