JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Panglima TNI Siagakan Pasukan untuk Pelaksanaan Eksekusi Terpidana Mati Narkoba

Panglima TNI Siagakan Pasukan untuk Pelaksanaan Eksekusi Terpidana Mati Narkoba

271
BAGIKAN
PERANG JARAK DEKAT - Prajurit Grup 2 Kopassus TNI AD melakukan Fast Rope dari Helikopter saat latihan  simulasi pertempuran jarak dekat (Close Quarter Battle) di gedung Bank BRI cabang Slamet Riyadi, Solo Rabu (11/9). Latihan itu untuk menguji kesiapan personel Baret Merah dalam skenario pertempuran di perkotaan. Joglosemar/Abdullah Azzam
PERANG JARAK DEKAT – Prajurit Grup 2 Kopassus TNI AD melakukan Fast Rope dari Helikopter saat latihan simulasi pertempuran jarak dekat (Close Quarter Battle) di gedung Bank BRI cabang Slamet Riyadi, Solo Rabu (11/9). Latihan itu untuk menguji kesiapan personel Baret Merah dalam skenario pertempuran di perkotaan. Joglosemar/Abdullah Azzam

JAKARTA– Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan akan mendukung langkah-langkah hukum Presiden RI Joko Widodo terkait eksekusi hukuman mati. Mabes TNI juga bereaksi atas penolakan Pemerintah Australia terkait rencana eksekusi hukuman mati terhadap dua warganya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Menurut Jenderal TNI Moeldoko, untuk memperkuat dukungan para Komandan pasukan khusus akan membuat perencanaan yang detail bersama-sama Kejaksaan dan Kementerian Hukum dan HAM. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada gangguan-gangguan yang bersifat fisik maupun non fisik.

Unsur intelijen dan alat tempur akan disiagakan yang setiap saat dapat digerakkan. Para komandan sàtuan khusus juga harus bersiap-siap. Kesiapan pasukan khusus TNI ini tentu tidak melihat atau mendefinisikan dari salah satu negara.

“Tetapi sekali lagi, TNI sangat memahami kemungkinan-kemungkinan ancaman tersebut. Setelah saya perintahkan hari ini para komandan satuan khusus sudah menyiapkan dirinya dengan baik,” tegas Jenderal TNI Moeldoko dalam siaran pers TNI yang diterima detikcom, Jumat (21/2/2015).

“Kami sangat memahami risiko atas kemungkinan terjadinya lost generation akibat narkoba. Kita mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam bentuk apapun, termasuk pemberian hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba”, ujar Panglima TNI.

 detikNews|Rivki