JOGLOSEMAR.CO Berita Utama PDIP Tetap Bersikeras Budi Gunawan Menjadi Kapolri

PDIP Tetap Bersikeras Budi Gunawan Menjadi Kapolri

230
BAGIKAN

Komjen Budi Gunawan | lensaindonesia.com
Komjen Budi Gunawan | lensaindonesia.com

JAKARTA– PDIP masih kukuh pada pendiriannya agar Komjen Budi Gunawan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri. Anggota DPR Fraksi PDIP, Dwi Ria Latifa, berpendapat sikap PDIP sekali sudah ditentukan maka akan tetap mengawal hal itu.

“Maunya PDIP, kita itu susah berbelok-belok. Kalau sudah sikap A, ya tegak lurus dengan pimpinan partai di atas,” kata Dwi dalam diskusi Simalakama Jokowi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2015).

Menurut Dwi, jika sikap itu perlu dikritisi pun tak akan mengubah keputusan partai. Para kader parpol berlambang banteng moncong putih ini pun akan mendukung keputusan para petingginya.

“Kalau ada gonjang ganjing PDIP tarik dukungan, kita nggak bisa salahkan orang berasumsi seperti itu. Kembali komunikasi di level pimpinan tidak akan terputus. Caranya tentu ada gayanya sendiri,” ujar Dwi.

Terkait respons Jokowi yang sudah mengeluarkan sinyal terkait nasib pencalonan Komjen BG, Dwi menuturkan, pencalonan kapolri tetap keinginan rakyat. Ia juga menilai polemik ini membuat anggota Polri gamang karena seolah-olah publik menyudutkan institusi penegak hukum itu.

“Saya yakini keinginan punya ‎kapolri itu keinginan rakyat Indonesia. Anggota Polri ada perasaan gamang, di mana Polri seolah-olah disudutkan dan dipermalukan, calon kapolrinya dijadikan tersangka saat mau dilantik,” ucap Dwi.

“Ada fenomena juga, Presiden dengan lembaganya seperti ‘dipermalukan’ KPK. Ini tidak sederhana, saya tak mau KPK itu mati, tapi momen itu tak dibaca karena ini tergantung harkat dan martabat negara dan lembaga. Pasti ada cara yang elegan,” tambahnya.

Dwi pun menyatakan Komjen BG memang calon kapolri yang diusung PDIP. “Kita tak malu Komjen BG itu calonnya PDIP dan kita tak malu Presiden sekarang kader PDIP yang didukung koalisi dan rakyat. Proses politiknya sudah jalan dan keputusan harus diambil,” ujarnya.

detikNews|Prins David Saut