JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pedagang Kelontong Gendingan Bersikeras Tolak Operasional Toko Modern

Pedagang Kelontong Gendingan Bersikeras Tolak Operasional Toko Modern

210
BAGIKAN
MAKIN MENJAMUR - Warga berbelanja di toko modern yang banyak ditemui di wilayah Klaten, Sabtu (9/3) malam. Kalangan DPRD Klaten mengkritisi regulasi perijinan toko modern yang dikeluarkan Pemkab Klaten. Joglosemar/Angga Purnama
Ilustrasi | dok.Joglosemar

SOLO – Belasan pedagang yang ada di Gendingan RT 1 RW XIV, Jebres bersikeras menolak operasinal toko modern yang ada dikawasannya.  Pedagang mengaku sempat diiming-imingi kompensasi oleh pihak toko modern agar toko modern bisa segera beroperasi.

Koordinator pedagang Gendingan Tri Kartika Hestiningsih saat ditemui Joglosemar, Selasa (24/2/2015) mengatakan, beberapa waktu lalu ada kuasa hukum pemilik toko modern mendatangi rumahnya untuk menawarkan sejumlah uang kompensasi.

“Tetapi saya tidak mau. Karena, kita berfikirnya kedepan bukan untuk saat ini.Sewa toko modern ini kan untuk 10 tahun. Kemudian, bagaimana nasib usaha kami selama 10 tahun kedepan,” tegasnya.

Hesti memastikan, sampai kapan pun dirinya tidak akan goyah dengan tawaran kompensasi dari pihak pemilik toko modern. Karena, operasinal toko modern itu dikhawatirkan bisa mematikan usahanya yang sudah dirintisnya selama ini. “Buktinya sudah ada.Dikawasan Ngoresan juga ada toko modern dan nasib toko kelontong juga mengenaskan,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, Septi Handayani (27). Perempuan yang sudah merintis usaha toko kelontong sejak setahun yang lalu itu juga menolak keras operasinal toko modern. Terlebih, keberadaan toko modern itu tepat disisi barat toko kelontongnya. Septi khawatir, jika nantinya Pemkot tetap mengizinkan operasinal toko modern itu, toko kelontongnya akan bangkrut.

Ari Purnomo