JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pedagang Nekat Berjualan di Jalur Lambat depan RSUD dr Moewardi

Pedagang Nekat Berjualan di Jalur Lambat depan RSUD dr Moewardi

291
BAGIKAN
Ilustrasi Pedagang Kaki Lima |Budi Arista Romadhoni
Ilustrasi Pedagang Kaki Lima |Budi Arista Romadhoni

SOLO – Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Solo membidik pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan RSUD Dr Moewardi. Pasalnya mereka berjualan di depan kantor pemerintah dan itu dilarang, apalagi mereka berjualan di jalur lambat yang merupakan fasilitas publik.

“Ini untuk penataan dikawasan sana, mereka jelas dilarang karena lokasinya berada di depan lambaga atau institusi. Pertemuan antara pemkot dengan pihak yang bersangkutan sudah ada dan hasilnya mereka ditertibkan, jadi ini sesuai kesepakatan,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan PKL Heri Mulyadi, Selasa (17/2/2015).

Sebenarnya untuk penertiban sudah dilakukan beberapa waktu lalu sekitar Bulan Januari bersama dengan petugas Satpol PP. Jika dalam patroli ditemukan maka langsung ditindak dan diminta untuk pindah, namun jika petugas tidak ada mereka kembali lagi seperti kucing-kucingan. Tidak hanya itu pengawasan juga terus dilakukan dengan patroli petugas tiap saja, jumlahnya itu cukup banyak sekitar 20 lebih PKL.

“Penertiban sudah kami lakukan bahkan malam hari juga, sempat pada malam hari mau ditertibkan tapi belum jadi. Maka tidak hanya siang hari tapi malam hari juga,  dikawasan sana dilarang untuk berjualan dan  untuk patroli terus kami lakukan,” imbuhnya.

Tidak hanya didepan RSUD Dr Moewardi saja yang ada PKLnya tapi hampir ditiap kantor lembaga atau instansi di wilayah Solo ada. Jika ada pastinya akan langsung ditindak dan ditertibkan, karena dikawasan tersebut harus steril dari PKL.  Memang selama ini untuk penertibannya tidak tiap hari dan kedepan akan dilakukan sering, kan tidak hanya disana saja fokusnya tapi juga dibeberapa wilayah lainnya.

“Hampir semua didepan kantor lembaga atau instansi ada dan jika kami lihat akan langsung ditindak. Memang menata PKL itu tidak mudah,” imbuh dia.

Sementara itu petugas Linmas Kota, Kristanto menyatakan memang diminta untuk mengawas kawasan tersebut. “Memang ada dan jumlahnya banyak. Untuk penertiban itu nanti dari Satpol PP kami hanya mengawasi,” pungkas dia.

Ari Welianto