JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pedagang Tagih Janji Pemkot Solo Terkait Pasar Darurat Klewer

Pedagang Tagih Janji Pemkot Solo Terkait Pasar Darurat Klewer

205
BAGIKAN
Barikade terpasang di depan Pasar Klewer, Sabtu (10/01/2015) usai terbakar beberapa saat lalu. Pemasangan barikade tersebut untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan_Foto_Maksum N F
Barikade terpasang di depan Pasar Klewer, Sabtu (10/01/2015) usai terbakar beberapa saat lalu. Pemasangan barikade tersebut untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan_Foto_Maksum N F

SOLO– Upaya pedagang Pasar Klewer minta kejelasan kapan pasar darurat mulai dibangun belum menemui hasil. Pasalnya saat bertemu dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam hal ini Dinas Pengelola Pasar (DPP), Senin (23/2) lalu belum ada kepastian kapan pasar darurat mulai dibangun.

“Kemarin perwakilan pedagang bertemu dengan DPP untuk minta penjelasan. Tapi tidak ada kepastian kapan akan mulai dibangun pasar darurat,” ujar Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Kusbani, Selasa (24/2/2015).

Menurutnya, itu jelas sangat disayangkan belum adanya kepastian untuk pembangunan pasar darurat. Padahal para pedagang sudah bertanya-tanya kapan pasar darurat dibangun dan datang ke posko.

“Jelas kami kecewa, kan sudah hampir dua bulan tapi belum ada kepastian. Pedagang banyak yang tanya soal itu dan datang kesini beberapa waktu lalu ,” katanya.

Bahkan ada rencana pedagang mau demo dengan berjualan di pinggiran Jalan Slamet Riyadi sebagai bentuk protes. Yang mana mereka (pedagang-red) minta waktu agar sampai awal Maret harus ada proses pembangunan sebelum melakukan aksinya.

Pasalnya mereka sudah jenuh harus berjualan di area parkir ,dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, kadang kehujanan dan kepanasan.

“Nanti itu kami rapatkan dulu dan itu inisiatif pedagang sendiri yang kecewa sikap pemkot. Mereka itu merasa jenuh dan stres berjualan di area parkir,” imbuh dia.

Salah satu pedagang Pasar Klewer, Sartono (52) hingga kini belum ada kepastian yang didapatnya, terkait kapan pasar darurat mulai dibangun. Dan hal itu tentunya dianggap sangat merugikan pedagang.

“Pedagang sudah sepakat sampai awal Maret tidak ada proses pembangunan maka pedagang akan demo berjualan di jalan. Ini inisiatif pedagang sendiri dan sudah bertemu dengan HPPK sebagai wadah pedagang,” ungkapnya.

Pedagang lain, Salendra menambahkan jika berjualan di area parkir merasa tidak nyaman apalagi saat hujan turun. Yang mana harus tutup cepat padahal baru buka.

“Kalau hujan itu pedagang langsung tutup semua, jadi tidak nyaman sekali. Masih banyak juga pedagang yang belum berjualan tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan pasar darurat dibangun,” pungkasnya.

Ari Welianto