JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemerintah Dinilai Belum Sepenuhnya Mendukung Industri Perfilman

Pemerintah Dinilai Belum Sepenuhnya Mendukung Industri Perfilman

334
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA– Aktor Arifin Putra berpendapat pembuat film di negeri ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah berupa insentif yang jelas.

“Misalnya, pajak yang dipungut pemerintah untuk pendistribusian film masih sangat tinggi,” kata Arifin.

Ketiadaan distributor film membuat produser harus bekerja rangkap.

“Biaya pemasaran pun ditanggung produser. Jadi, alangkah baiknya ada insentif pajak yang meringankan,” tambahnya.

Arifin yang juga beberapa waktu belakangan menjadi produser untuk acara televisi juga mengatakan perlu ada kebijakan dalam impor peralatan yang diperlukan untuk keperluan pengambilan gambar, misalnya ban khusus untuk adegan kejar-kejaran mobil.

Saat ini, proses impor untuk peralatan seperti itu masih memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Aktor yang bermain dalam film “Macabre”, “Rumah Dara” dan “Supernova” ini juga menyoroti masalah bantuan untuk para sineas dan aktor yang mendapat undangan ke festival bergengsi di luar negeri namun urung berangkat sebab keterbatasan dana.

“Perlu proses pengajuan bantuan dana yang sederhana, online, transparan, dan jelas,” katanya.

Bila sineas dan filmnya sukses di luar negeri, secara tidak langsung sektor pariwisata negara akan diuntungkan.

Selain itu, pemerintah juga haus terus mendorong dan memberikan insentif kepada pemodal yang ingin membangun bioskop.

“Indonesia sangat kekurangan layar dan kita perlu lebih banyak layar,” katanya.

Arifin Putra mengapresiasi adanya perhatian khusus pemerintah terhadap ekonomi kreatif di Indonesia dengan membentuk Badan Ekonomi Kreatif (BEK) yang dikepalai Triawan Munaf.

ANTARA