JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemerintah Ingatkan TKI Hati-Hati Sebelum Terima Tawaran Kerja

Pemerintah Ingatkan TKI Hati-Hati Sebelum Terima Tawaran Kerja

252
BAGIKAN

PERLINDUNGAN TKI BERMASALAHJAKARTA– Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Hanief Dhakiri berharap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) lebih teliti sebelum menerima tawaran kerja dari luar negeri. Para TKI diminta memiliki bekal pelatihan yang mumpuni sebelum berangkat kerja.

Menteri Hanif mengatakan hal tersebut usai melakukan sidak di kantor BP3TKI, Jl.Pengantin Ali no 71, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (12/2/2015). Hanif saat itu menemui 8 orang calon TKI yang berada di dalam sebuah ruangan yang sedang duduk di bale-bale bambu. 8 TKI tersebut akan berangkat menuju ke Taiwan. Mereka semua merupakan ABK salah satu perusahaan kapal asal Taiwan.

“Coba mana Saya lihat surat-surat ijin berangkatnya?” tanya Haneif yang kemudian duduk di bale-bale bambu di tengah ruangan tersebut.

Salah seorang TKI kemudian menyerahkan sepucuk kertas. Namun Hanif ragu kalau kertas tersebut merupakan surat ijin keberangkatan mereka ke Taiwan.
“Lah ini apa? Kok cuman selembar ?” tanya Haneif.

Menurut salah seorang TKI yang memberikan kertas tersebut, didalamnya hanya tertulis berapa gaji mereka selama bekerja sebagai ABK di kapal Taiwan.

“Memangnya kalian tahu ini bahasanya? Ini bahasa apa lagi?” balasnya sambil membaca kertas tersebut berisi tulisan Taiwan.

Menurut Hanief, surat tersebut bukan surat ijin mereka untuk berangkat bekerja di Taiwan. Melainkan hanya surat yang berisikan kompensasi yang akan mereka terima selama bekerja kelak.

“Para TKI sebelum berangkat seharusnya mengecek terlebih dahulu apa pekerjaan yang akan mereka dapatkan di luar negeri kelak. Dan juga pelatihan-pelatihan yang sudah mereka dapat di tempat karantina apakah nantinya akan sesuai dengan pekerjaannya di luar negeri,” sambungnya.

Lucunya, Hanief berbincang dengan kedelapan TKI itu tanpa mengenakan alas sepatu. Hanif melepaskan sepatunya karena saat hendak masuk karena membaca membaca pesan di lantai bertuliskan ‘batas suci’ lantas Hanif.

Sontak Kepala BP3TKI, Gatot Hermawan kaget melihat kejadian tersebut dan langsung mempersilahkan Hanif untuk kembali memakai sepatunya. “Pak sepatunya di pakai saja tak apa-apa. Tidak usah dilepas Pak. Ini bukan Musholla,” ujar Kepala BP3TKI, Gatot Hermawan.

Namun Hanif lebih memilih untuk tetap melepas sepatunya. Sontak para wartawan yang ikut meliput pun ikut melepas sepatunya. “Ini batas suci tulisannya jadi sepatu harus dilepas,” kata Hanief Dhakiri.

detikNews|Yudhistira