JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemerintah Kucurkan Rp 497 Miliar untuk Pembangunan Daerah Konflik

    Pemerintah Kucurkan Rp 497 Miliar untuk Pembangunan Daerah Konflik

    207
    BAGIKAN

     

    KONFLIK - Dua anak bermain di dekat rumah yang roboh di  Kentingan Baru, Solo, Minggu (23/6). Warga masih berkaga-jaga setelah beberapa rumah didaerah tersebut dirobohkan oleh orang tidak dikenal. Joglosemar/Abdullah Azzam
    KONFLIK – Dua anak bermain di dekat rumah yang roboh di Kentingan Baru, Solo, Minggu (23/6). Warga masih berkaga-jaga setelah beberapa rumah didaerah tersebut dirobohkan oleh orang tidak dikenal. Joglosemar/Abdullah Azzam

    JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDPDTT) menganggarkan dana sekitar Rp497 miliar antara lain untuk daerah rawan konflik dan bencana.

    “Kementerian mempunyai direktorat kawasan tertentu yang menangani wilayah konflik dan bencana,” ujar Menteri DPDTT Marwan Jafar, usai raker dengan DPR di Jakarta, Kamis (12/2/2015).

    Penanganan yang dilakukan juga spesifik. Marwan memberi contoh Poso yang merupakan wilayah rawan konflik sosial, telah dientaskan dari daerah tertinggal.

    “Langkah konkretnya mereka diberi bantuan, advokasi hingga pemberdayaan hingga pelatihan.” Daerah rawan konflik dan bencana riskan untuk menjadi kawasan tertinggal. Beberapa ciri-ciri dari kawasan tertinggal yakni sumber daya manusia yang rendah, infrastruktur buruk, perekonomian lemah, hingga indeks pembangunan manusia yang jauh dari rata-rata.

    Saat ini terdapat 122 kabupaten tertinggal di Tanah Air.

    “Kami mengharapkan bisa mengentaskan kabupaten tertinggal tersebut dalam lima tahun ke depan,” katanya.

    Selain itu, untuk masyarakat di wilayah bencana di Pulau Jawa, Marwan mengatakan lebih baik untuk ikut program transmigrasi.

    Dengan ikut program transmigrasi, peserta mendapatkan bekal hidup selama 18 bulan, tanah seluas dua hektare dan pelatihan.

    “Terutama bagi daerah yang sudah padat penduduknya,” imbuh dia.

    Marwan menyebut terdapat 48 daerah tujuan transmigrasi yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

    Antara | Indriani