JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemilik Atribut ISIS di Sukoharjo, Diketahui Akan ke Timur Tengah

Pemilik Atribut ISIS di Sukoharjo, Diketahui Akan ke Timur Tengah

283
BAGIKAN
Warga membersihkan gambar bendera ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), Selasa (05/08/2014) di kawasan Tipes Solo | Foto: Maksum N F
Warga membersihkan gambar bendera ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), Selasa (05/08/2014) di kawasan Tipes Solo | Foto: Maksum N F

SUKOHARJO – Polres Sukoharjo masih mendalami motif dibalik atribut Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang ditemukan di Musala SPBU di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki. Mahasiswa asal Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu diketahui berniat pergi ke Timur Tengah.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai mengatakan isu terkait jaringan ISIS sangat sensitif. Untuk itu, pihaknya memanggil dan memeriksa WA (19) yang diduga sebagai pemilik atribut tersebut. Pihaknya memanggil WA, karena identitas dia ditemukan dalam bungkusan kantong plastik yang berisi bendera dan topi lambang ISIS tersebut.

Menurut kapolres, dalam penyelidikan ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Keimigrasian Surakarta. Koordinasi tersebut dilakukan karena WA ditengarahi mempunyai keinginan belajar ke Timur Tengah. “Kami cek ke imigrasi, informasinya dia mau belajar ke timur tengah. Kami cek apakah dia memang mau belajar atau berniat lain,” terang kapolres, Selasa (10/2).

Disinggung soal jaringan ISIS di Sukoharjo, kapolres mengatakan masih terus memantau pergerakan kelompok paham Negara Islam Irak dan Suriah itu. Sebab kelompok ISIS di Sukoharjo sempat muncul aksi vandalisme atau coretan lambang ISIS di tembok di wilayah Desa Cemani, beberapa waktu lalu.

“Kalau dulu temuannya hanya aksi vandalisme berupa coretan lambang ISIS. Sekarang ditemukan atribut bendera dan topi berlambang ISIS,” imbuhnya.

Kapolres belum menyimpulkan apakah WA terindikasi kuat terlibat dalam jaringan ISIS. Yang jelas saat ini pihaknya masih menyelidiki motifnya. Apakah memang WA kelupaan atau motif lain. Sebab, bisa jadi bungkusan kantong plastik itu memang milik WA atau mungkin ada orang lain yang tidak senang kepada WA.

Menurut kapolres, WA belum bisa dijerat dengan pasal tindak pidana. Sebab, aktivitas pemuda itu belum sempat menimbulkan ancaman dan merugikan orang lain.

“Polisi belum bisa menjerat pemiliknya dan belum bisa dipidanakan. Karena belum merugikan orang lain, jadi sementara kita periksa dulu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Sukoharjo menyita atribut ISIS, yang diserahkan oleh Kodim 0735/Surakarta, Serma Joni Butar Butar ke Polsek Baki, Minggu (8/2). Sejumlah atribut ISIS lengkap dengan identitas seorang mahasiswa asal Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu ditemukan dalam bungkusan kantong plastik warna putih di Musala SPBU di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki pada Sabtu (7/2).

Sofarudin