JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemindahan Terpidana Mati dari Bali ke Nusakambangan Bisa Kapan Saja

Pemindahan Terpidana Mati dari Bali ke Nusakambangan Bisa Kapan Saja

228
BAGIKAN

 

Ilustrasi: buzzwok.com
Ilustrasi: buzzwok.com

DENPASAR  – Pemindahan gembong narkoba Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan ‎bisa dilakukan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan keluarga terpidana mati. Berikut tata cara pemindahan Andrew-Myuran dari Lapas Kerobokan, Bali ke Pulau Nuskambangan, Jawa Tengah.

Kalapas Sudjonggo menyatakan hingga saat ini‎ baru keterangan admnistrasi yang sudah diterima pihaknya yakni bahwa keduanya sudah ditolak grasi dan PK-nya. Saat akan dijemput tim eksekutor, pihaknya akan melakukan pengambilan sidik jari dan foto mereka.

“Pengambilan foto dan sidik jari harus disaksikan pihak kita (lapas) dan kejaksaan untuk memperlihatkan bahwa benar yang mau dipindah Andrew dan Myuran,” kata Sudjonggo di halaman Lapas Kerobokan kepada wartawan, Minggu (15/2/2015).

“Setelah itu saya tandatangan surat serah terima keduanya,” imbuhnya.

Disinggung lebih jauh mengenai kapan tepatnya akan dipindah, Sudjonggo pun mengaku belum mengetahui. Dirinya menyatakan, bahwa proses pemindahan bisa sewaktu-waktu dan tidak harus diketahui oleh keluarga Myuran dan Andrew.

“Saya belum tahu. Saya juga masih menunggu. Bisa saja mendadak, malam hari. Karena bisa terjadi kapan saja, hari apa saja,” tukasnya.

Saat ini Lapas tampak sepi, tidak ada tanda-tanda adanya pihak pengamanan untuk memindahkan dua gembong narkoba itu.‎ Pihak keluarga dari Myuran Sukumaran baru saja masuk ke dalam Lapas untuk memberikan makanan kepada Myuran Sukumaran.

Rencananya, Andrew-Myuran akan diterbangkan dari bandara I Gusti Ngurah Rai menuju bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Setelah itu perjalanan ditempuh dengan perjalanan darat selama 5 jam menuju Cilacap. Dari Cilacap, keduanya akan diseberangkan ke Pulau Nusakambangan dan diisolasi untuk persiapan eksekusi mati.

Detik | I Made Ardhiangga