JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Karanganyar Belum Lakukan Razia Apel Granny Smith

Pemkab Karanganyar Belum Lakukan Razia Apel Granny Smith

281
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

KARANGANYAR – Terkait kabar seputar apel jenis Granny Smith dan Gala yang diduga terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar masih menunggu instruksi dari Departemen Kesehatan (Depkes) maupun Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sejauh ini, belum ada langkah konkrit selain rencana penyusunan surat himbauan kepada masyarakat untuk menghentikan konsumsi apel dari Amerika Serikat itu.

Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Fatkhul Munir mengatakan, meski belum ada instruksi langkah dari kedua badan tersebut, pihaknya akan tetap melakukan antisipasi.

“Selain untuk konsumen, kami akan menyusun edaran agar dapat disampaikan kepada para pedagang untuk tidak menjual dulu apel jenis tersebut,” ujar Munir, kepada wartawan, Minggu (1/2/2015)

Sejauh ini, belum ditemukan adanya penderita yang terkena penyakit akibat bakteri Listeria monocytogenes dari kedua jenis apel itu. Namun demikian, DKK akan tetap melakukan pendataan terhadap pedagang yang masih menjual apel jenis Granny Smith dan Gala itu.

“Kami akan mengambil sampel dari pedagang yang masih menjual apel itu untuk uji laboratorium,” sebut Munir.

Senada, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UMKM Karanganyar Liliyani Sulistyandari mengatakan pihaknya pun belum mendapatkan instruksi dari pusat soal penanganan dugaan kontaminasi apel tersebut. Dengan demikian, pihaknya belum dapat menyusun langkah untuk menangani persoalan itu.

“Di Karanganyar kan memang tidak ada importir untuk apel itu, sementara baru ada di Solo. Barangkali memang instruksinyatak sampai ke sini,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran di pasar, kabar dugaan kontaminasi kedua jenis apel tersebut berimbas pada penjualan apel impor jenis lain. Konsumen mengira apel Washington ikut terkontaminasi bakteri yang sama.

“Jadi setiap ada pembeli kami harus menjelaskannya. Sementara ini kami akan mengentikan penjualan apel impor, sebab masih banyak yang merasa curiga. Lebih baik jual yang lokal saja,” ungkap pemilik toko buah Pangestu yang enggan disebut namanya.

Sebagai gambaran. apel impor macam Washington dibanderol seharga Rp 35 ribu per kilogram. Sementara, apel lokal berkisar antara Rp 20 ribu hingga 25 ribu per kilogram. Meski lebih manis ketimbang apel impor, namun dari sisi ketahanan produk, apel lokal lebih cepat membusuk.

Putradi Pamungkas