JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Karanganyar Buka Peluang Jabatan Eselon II

Pemkab Karanganyar Buka Peluang Jabatan Eselon II

373
BAGIKAN

karanganyarKARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bakal membuka pintu untuk siapapun yang berminat mengisi 3 posisi jabatan tingkat Eselon II di lingkup pemerintahan setempat. Namun demikian, meski seleksi bersifat umum, ada sejumlah kriteria yang wajib dipenuhi oleh para kandidat.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan seleksi tersebut bakal digelar terbuka, tak hanya bagi PNS yang berasal dari Karanganyar saja.

“Kan kalau sudah dibuka pendaftaran yang bersifat umum seperti itu, bisa diikuti oleh PNS yang bukan berasal dari Karanganyar saja. Tapi yang jelas nanti ada kriteria di dalamnya, termasuk kompetensinya kan diujikan lewat ujian,” ujar Juliyatmono kepada wartawan, Selasa (24/2/2015).

Juliyatmono tak mempermasalahkan dari mana kandidat pengisi jabatan Eselon II tersebut berasal. Selama yang bersangkutan memiliki kompetensi sesuai dengan kriteria, pihaknya tak akan ragu untuk memilih.

“Tapi, dalam asas kelaziman umumnya saya kira lebih nyaman ditempatnya sendiri. Namun, jika dia sesuai kriteria dan sangat berminat, atau kebetulan ingin berada di Karanganyar kenapa tidak,” tandasnya.

Namun demikian, dirinya menilai cukup banyak pejabat tingkat eselon IIIA di Karanganyar yang cukup layak dan dianggap mampu memenuhi persyaratan.

“Seperti Camat, Kepala Kantor, hingga Kabag di Sekda sudah cukup memenuhi persyaratan administratif. Namun yang jelas, harus ada batasannya. Jangan sampai ketika lulus dan berkompeten, tapi tahu-tahu kurang 6 bulan dia memasuki masa pensiun. Itu kan kurang efektif, maka harus ada persyaratannya,” jelasnya.

Sementara itu, tim Panitia Seleksi (Pansel) telah terbentuk. Tim tersebut terdiri atas masing-masing unsur dari akademisi, tokoh masyarakat hingga tokoh pemerintah.

“Dari perguruan tinggi 2 orang, dari tokoh masyarakat 2 orang sisanya 3 orang dari birokrat unsur pemerintah. Maksimal 7 orang,” terang Juliyatmono.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu usai mutasi jabatan, posisi kepala di masing-masing Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (BP4K) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaaan (Dinparbud) kosong. Selama pembentukan Pansel, posisi yang lowong tersebut diisi oleh pelaksana teknis dari unsur asisten Sekretariat Daerah (Setda).

Putradi Pamungkas