JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Karanganyar Canangkan Program Anti Narkoba

Pemkab Karanganyar Canangkan Program Anti Narkoba

268
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terus memperkuat barisan untuk memberantas narkoba. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan pendirian baliho raksasa yang berisikan ajakan untuk menjauhi barang terlarang itu.

 Langkah tersebut sengaja ditempuh untuk menghindarkan generasi muda dari persebaran dan penyalahgunaan narkoba. Ketua Tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Karanganyar, Rohadi Widodo mengemukakan, pihaknya akan terus fokus pada pemberantasan narkoba khususnya di kalangan pelajar.

 “Kita berupaya untuk melakukan pencegahan supaya tidak sampai meluas ke masyarakat. Dan kita fokus ke generasi muda seperti anak sekolah, sebab mereka tergolong rentan terhadap penyebaran narkoba maupun miras,” ungkap Rohadi, kepada wartawan usai peresmian pendirian baliho bebas narkoba di ruas jalan Lawu, Bejen, Selasa (17/2/2015).

 Apabila aparat kepolisian akan menangani penindakan pelakunya, maka P4GN akan fokus pada upaya pencegahan. Antisipasi yang dilakukan, antara lain sosialisasi, penanaman character building, hingga pengajian dan lain sebagainya. Berdasarkan temuan P4GN, umumnya pengguna narkoba mengalami permasalahan broken home.

 “Selain itu, kita juga punya Perda soal miras dan penegakannya akan dikoordinasikan secara masif. Segala macam peraturannya sudah kita cantumkan dalam Perda itu,” sebut Rohadi.

 Senada, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan peredaran narkoba di Karanganyar saat ini tengah mengarah ke anak muda. Hal tersebut dinilainya sebagai skenario untuk merusak potensi bangsa, yang sesungguhnya ada dalam diri generasi muda.

 “Bisnis narkoba dapat menarik keuntungan miliaran rupiah, sementara masa depan generasi muda akan rusak sehingga potensi bangsa untuk maju seolah dicegah. Jangan sampai Karanganyar ini, terutama di lingkungan sekolah menjadi pasar gelap narkoba, begitu juga miras,” tegasnya.

 Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Karanganyar, AKP Poniran mengatakan, ada tren peningkatan jumlah kasus narkoba pada 2014. Total, ada 13 kasus dengan 20 tersangka di dalamnya, dengan mayoritas pelaku sebagai pecandu. Sementara, di 2013 terbilang lebih sedikit lantaran ada aktivitas politik.

 Poniran menyebutkan, wilayah di Karanganyar yang tergolong rawan narkoba terdapat di Colomadu, Kebakkramat, Jaten, Karanganyar Kota dan Tawangmangu.

 “Itu menjadi zona merah, di sisi lain peredaran narkoba terus berpindah-pindah,” jelasnya.

Putradi Pamungkas