JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Klaten Sebut Pasar Pedan Dan Delanggu Proyek Gagal

Pemkab Klaten Sebut Pasar Pedan Dan Delanggu Proyek Gagal

964
BAGIKAN
Pasar Pedan yang tampak sepi | Dani Prima
Pasar Pedan yang tampak sepi | Dani Prima

KLATEN – Pemerintah Kabupaten menyebutkan dua pasar yang dibangun dengan dana puluhan milyar yakni Pasar Pedan dan Pasar Delanggu sebagai proyek pasar gagal.

Menurut Kepala Disperindagkop dan UMKM Klaten Sugeng Haryanto, kegagalan pada dua pasar tersebut  bisa dilihat dari tiga indikator yang muncul setelah pembangunan selesai. Pertama,  investor yang merugi sebab sudah membangun dengan dana puluhan miliar tetapi tidak semua kios dan los terisi.

Kedua, Pemkab Klaten tidak mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kedua pasar itu secara maksimal. Selain itu,pedagang tidak menempati karena merasa harga kios dan los terlalu berat sehingga tidak kuat membayar.

“Semisal di Pasar Delanggu, pembangunan pasar tersebut malah  memunculkan pergeseran pedagang yang dulunya di pindahkan kini malah menepati pinggir ruas jalan di dekat Stasiun Delanggu dan Lapangan Merdeka Delanggu. Sementara di pasar resminya pedagang semakin sepi,”tuturnya, Rabu (4/2/2015).

Sedangkan untuk Pasar Pedan, lanjut Sugeng, sejak selesai dibangun pada 2011 lalu, Pasar Pedan tidak menguntungkan, melainkan mendatangkan kerugian bagi Pemkab Klaten, investor, maupun pedagang setempat.

“ Investor merugi karena hanya terdapat sekitar 70 pedagang yang mau membeli kios. Padahal, jumlah pedagang Pasar Pedan sebelum pembangunan mencapai sekitar 700 pedagang. Sekitar 70 pedagang itu pada akhirnya pun tidak melunasi angsuran kios karena merasa terlalu mahal. Pedagang rugi karena akhirnya mereka tak bisa menempati pasar yang baru dibangun. Pemkab Klaten juga rugi karena tidak ada PAD dari sektor retribusi pedagang,”urainya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Klaten Didik Sudiyarto mengatakan, untuk kedua pasar tersebut pihak pemkab Klaten tidak bisa mengratiskan biaya sewa pakai kios ataupun losnya karena mengunakan dana dari pihak ketiga atau investor.

“Masalah utamanya adalah mahalnya harga sewa kios ayau los di pasar-pasar tersebut. Kalau dana dari Pemkab Klaten kita bisa menggratiskan naum dana pembangunan pasar dari pihak ketiga jadi harus ada sewanya,”pungkasnya.

Dani Prima