JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Sragen Ingatkan Agar Kepala Desa Jangan Bawa Uang Kas

Pemkab Sragen Ingatkan Agar Kepala Desa Jangan Bawa Uang Kas

375
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN–  Para kepala desa (Kades) diingatkan untuk tidak menguasai serta membawa semua uang desa. Pasalnya, selain melanggar aturan, perilaku tersebut juga rentan menimbulkan penyimpangan yang dikhawatirkan justru bisa membuat Kades bermasalah dengan hukum.
Imbauan itu dilontarkan Kepala Bagian Pemerintahan dan Pertanahan Setda Sragen, Bambang Widyatmoko, Minggu (8/2/2015). Kepada Joglosemar ia mengungkapkan sejauh ini pihaknya memang belum mendapatkan laporan resmi terkait perilaku Kades yang terindikasi masih suka menguasai keuangan desa sendiri tanpa memfungsikan bendahara atau perangkat desa lainnya.
Namun demikian, ia tidak menampik ada beberapa selentingan dan kabar jika perilaku seperti itu masih ada. Karenanya, pihaknya mengingatkan agar Kades yang masih suka membawa atau menguasai uang desa segera menghentikan hal tersebut. Pasalnya, tugas pengelolaan keuangan sudah ada di bendahara dan Kades tidak berwenang menguasai uang desa.
“Sudah ada aturan tupoksi dan wewenang di desa itu. Kalau membawa dan mengelola keuangan itu ya di bendahara. Kalau Kades kok membawa semua uang desa ya jelas tidak boleh. <I>Ewadene<I> jik nekat dan ngeyel ya nanti pasti akan <I>konangan<I>,” ujarnya.
Bambang menyampaikan pelanggaran kewenangan membawa uang itu juga sangat rentan memicu terjadinya potensi tindak penyimpangan. Ia juga meyakini sepandai apapun menyembunyikan, penyimpangan keuangan di desa oleh Kades itu pasti akan terbongkar juga mengingat hampir setiap tahun ada pemeriksaan rutin dari Inspektorat.
Atas kondisi itu, ia berharap Kades bisa menaati aturan yang ada dan bekerjasama secara baik dengan perangkat yang ada. Sebab, tantangan ke depan akan semakin berat apalagi jika aturan UU Desa yang mengamanatkan anggaran berlimpah untuk desa sudah diterapkan, maka dana di desa akan semakin besar dan pengawasannya juga lebih ketat.

Wardoyo