JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Sukoharjo Pikirkan Solusi Terkait Sisa Kios Pasar Tradisional

Pemkab Sukoharjo Pikirkan Solusi Terkait Sisa Kios Pasar Tradisional

461
BAGIKAN
SIDAK- Jajaran Komisi II melakukan sidak di Pasar Gawok, Kamis (9/1). Joglosemar | Murniati
SIDAK- Jajaran Komisi II melakukan sidak di Pasar Gawok, Kamis (9/1). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Sukoharjo ancang-ancang mengambil kebijakan terkait sisa kios/los di sejumlah pasar tradisional yang telah selesai dibangun. Kepala Dinas Disperindag Anton Bambang Haryanto menguraikan, di Pasar Tawangsari masih terdapat 19 kios dan 97 los yang belum bertuan dan di Pasar Ir Soekarno masih terdapat sisa 79 kios dan 30 los. Selain itu masih terdapat sejumlah ruangan besar baik di lantai atas mapun bawah yang akan disewakan.

Menurut Anton, saat ini sedang mempersiapkan kebijakan sisa kios/los baik di Pasar Ir Soekarno, Pasar Tawangsari dan Pasar Gawok. Menurutnya, sisa kios/los itu diprioritaskan bagi pedagang oprokan lama dan belum berizin. Sebab, tidak sedikit pedagang oprokan yang masih berjualan di luar pasar dan terkesan kumuh.

“Sisa kios dan los akan segera dipakai dan ini sedang persiapan. Petugas akan sosialisasi dan mendata pedagang oprokan yang sudah lama,” kata Anton, Selasa (17/2/2015).

Dikatakan, sering mendatangi pedagang oporkan di luar pasar. Sebab keberadaan mereka mendapat protes dari pedagang yang menempati kios/los. Setelah disisir, kata dia, kebanyakan bersedia masuk ke dalam pasar dan menempati sisa los/kios. Namun, tidak sedikit pedagang yang mengajukan keringanan biaya sewa.

“Yang paling penting itu zona harga mati. Perkara nanti ada keberatan sewa itu menunggu kebijakan bupati,” imbuhnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan penataan sisa kios/los dan los tetap mengacu zonasi yang sudah diterapkan. Karena pendataan sudah dilakukan Disperindag, akan segera diambil tindakan agar pedagang oprokan yang berjualan diluar pasar untuk masuk dan menempati sisa kios/los.

“Penataan nanti tetap mengacu sistem zona atau sesuai jenis barang dagangan. Tujuanya agar bisa tertib dan diluar pasar tidak terkesan kumuh,” ujarnya.

Sofarudin