JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkot Solo Wacanakan Jalan Slamet Riyadi Steril dari Parkir

Pemkot Solo Wacanakan Jalan Slamet Riyadi Steril dari Parkir

274
BAGIKAN
Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta melalukan penggembokan pada sepeda motor yang parkir di kawasan City Walk Solo, Senin (16/02/2015). Foto: Maksum N F
Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta melalukan penggembokan pada sepeda motor yang parkir di kawasan City Walk Solo, Senin (16/02/2015). Foto: Maksum N F

SOLO- Pemkot Surakarta berencana mensterilkan Jalan Slamet Riyadi dari parkir kendaraan roda dua dan empat. Oleh karena itu, Pemkot akan membangun taman parkir tujuh lantai di sebelah selatan Stadion Sriwedari.

Wacana tersebut disampaikan Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo di Car Free Day, Minggu (22/2/2015). Menurutnya selama ini jalan protokol tersebut sebagian digunakan untuk tempat parkir. Alhasil, saat weekend kemacetan di Jalan Slamet Riyadi bisa dikatakan parah.

“Nantinya Jalan Slamet Riyadi akan steril dari parkir kendaraan. Jadi, kendaraan roda dua dan empat akan kami larang parkir di sana. Sebagai gantinya, kami akan membangun tempat parkir dengan tujuh lantai di kawasan Stadion Sriwedari. Semua parkir kendaraan akan kami alihkan ke sana,” katanya.

Melihat kepadatan lalu lintas di titik-titik tertentu, Rudy menyatakan rencana serupa juga akan diterapkan di kawasan Kotabarat. Pasalnya, jumlah kendaraan yang terparkir di jalan tersebut juga relatif tinggi sehingga menimbulkan kemacetan.

“Ini semua buka opini saya tapi wacana. Kotabarat juga akan kami perlakukan sama. Ya kalau tidak, on street (parkir di badan jalan, red) tak bisa diatasi,” ujarnya.

Berdasarkan pemetaan sementara, jika nantinya lapangan tersebut tidak dipakai untuk latihan sepakbola, maka Pemkot akan mengalih fungsikannya. “toh kita juga sudah memiliki banyak Stadion yang bisa digunakan untuk bermain bola,” katanya.

Guna merealisasikan rencana tersebut, Pemkot membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hanya saja, pihaknya menilai biaya tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan angka kecelakaan di sana. “Paling tidak 2016 nanti semua sudah terealisasi,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Surakarta, Yosca Herman Soedrajat mengungkapkan  pertumbuhan kendaraan di Kota Bengawan cukup tinggi. Namun, dirinya juga memaparkan meningkatkan jumlah kendaraan yang berada di jalanan tidak disertai dengan fasilitas penunjang. Akibatnya, kemacetan bertambah parah.

“Perkembangan pembangunan fasilitas per tahunnya tak ada satu persen. Sehingga secepatnya semua ini harus diwujudkan, selain menekan angka kecelakaan,” tegasnya Yosca.

Selain itu, pihaknya terus menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan angkutan massal seperti Bus Solo Trans (BST). Jika masyarakat sudah membudayakan naik angkutan umum, lanjut dia, maka kemacetan dan kecelakaan di Solo bisa lebih ditekan.

Murniati