JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pencuri di Sragen Mulai Sasar Motor Tua

Pencuri di Sragen Mulai Sasar Motor Tua

488
BAGIKAN

100314 ANJING NAIK MOTORSRAGEN– Aksi pencurian sepeda motor terus memakan korban. Tidak hanya motor gress, bahkan motor butut keluaran tua pun juga turut menjadi sasaran. Seperti yang dialami Paryanto (41) warga Ringinanom RT 2/18, Sragen Kulon yang terpaksa harus gigit jari setelah sepeda motornya amblas, di Pasar Bunder, Rabu (11/2/2015) pagi pukul 05.00 WIB.
Padahal, sepeda motor korban hanya merek Honda lawas bernopol B 6557 SMJ buatan 2003 atau sudah berusia hampir 11 tahun. Sepeda motor butut itu raib saat dibawa korban untuk membeli daging sapi di los daging Pasar Bunder Sragen.
Informasi yang dihimpun di lapangan, pagi itu korban seperti biasa berangkat ke pasar untuk membeli daging sapi untuk keperluan jualannya. Ia berangkat ke pasar mengendarai sepeda motor tuanya itu. Sesampai di pasar, sepeda motor itu ia parkir di areal parkiran. Namun karena hasil masih sangat pagi sehingga lokasi parkir itu pun terlihat masih sangat sepi.
Korban meninggalkan sepeda motornya tanpa mengunci setang. Selain sudah motor tua, kebetulan pagi itu korban terlihat sangat terburu-buru. Selesai membeli daging , setengah jam kemudian korban langsung pergi menuju sepeda motornya.
Namun ia kaget bukan kepalang setelah mendapati sepeda motornya sudah raib dari lokasi semula. Korban pun kebingungan karena pagi itu kebetulan lokasi parkiran juga sepi dari orang maupun pedagang. Karena yakin sepeda motornya sudah dicuri orang, korban akhirnya nekat melapor ke Mapolsek Sragen Kota. Dalam laporannya, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.
Kapolres Sragen, AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Atas maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor, pihaknya kembali mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah merasa aman ketika memarkir kendaraannya di lokasi terbuka.
“Pastikan selalu dikunci setang dan diparkir di lokasi yang ada petugasnya atau kalau perlu diparkir di lokasi yang bisa terpantau langsung. Bahkan kalau perlu ditambah kunci ganda atau kunci rahasia. Sekalipun itu motor lawas tapi semua demi keamanan,” jelasnya.
Wardoyo