JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pencurian Motor di Sragen Semakin Tak Terkendali

Pencurian Motor di Sragen Semakin Tak Terkendali

428
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Aksi pencurian sepeda motor kembali memakan korban. Selasa (24/2/2015) pagi, seorang PNS asal Dukuh Jetak Tani RT 3, Jetak, Sidoharjo, Agus Bambang Hermanto (39), terpaksa harus merelakan sepeda motor Honda Vixion miliknya amblas digondol maling saat dirinya hendak membuang sampah di depo pembuangan sampah Pasar Bunder, Sragen.
Ironisnya, aksi pencurian terhadap motor milik petugas kebersihan Pasar Bunder itu terjadi ketika hari sudah terang sekitar pukul 10.30 WIB. Padahal sepeda motor Yamaha Vixion bernopol AD 6804 JN itu hanya diparkir beberapa meter dari lokasi tempatnya bekerja mengurusi sampah di pasar tersebut.
Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika pagi sekira pukul 06.00 WIB, korban mulai berangkat dari rumah menunaikan tugas rutinnya membersihkan sampah di pasar Bunder. Setiba di depo pembuangan sampah di Pasar terbesar di Sragen itu, ia kemudian memarkir sepeda motornya itu di lokasi dekat depo sampah.
Di lokasi parkir itu, juga ada sepeda motor milik dua petugas kebersihan, Setiawan dan Suwarno lainnya. Kebetulan dari tiga motor yang diparkir, motor korban memang terlihat lebih mulus dan bernilai jual lebih tinggi.
Sekitar pukul 08.00 WIB, mereka bertigas selesai menuntaskan pekerjaannya membersihkan sampah di depo dan kemudian bermaksud pulang. Namun, ketika sampai di lokasi parkir, ternyata hanya dua sepeda motor yang tersisa sedangkan sepeda motor milik korban sudah raib dari lokasi. Korban yang panik sempat mengecek dan menanyakan ke beberapa pedagang di sekitar lokasi namun tidal ada yang mengetahuinya.
Karena yakin sudah ada oknum yang menggondol motornya, korban akhirnya nekat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragen. Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi membenarkan adanya laporan tersebut. Atas kejaian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta.
Terpisah, Kapolsek Sragen AKP Agung Ari Purnowo mengatakan sebenarnya patroli malam yang dilakukan timnya juga sudah menjangkau lokasi tersebut dan baru berakhir pukul 06.00 WIB. Akan tetapi, menurutnya memang ada perubahan pola waktu kejadian untuk menghindari patroli aparat.
“Kami juga belajar dari kejadian-kejadian yang dulu biasanya sekitar jam 05.00 WIB, sehingga pola patroli backbone kami intensifkan antara jam 04.00 WIB sampai jam 06.00 WIB. Eh, ternyata ini malah bergeser aksinya jam 07.00-08.00 WIB. Karenanya, salah satu antisipasinya masyarakat memang harus lebih hati-hati dalam memarkir kendaraannya. Upayakan pakai kunci ganda atau kunci rahasia,” tandasnya.
Wardoyo