JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pendapatan Retribusi Terminal di Karanganyar Mengalami Penurunan

Pendapatan Retribusi Terminal di Karanganyar Mengalami Penurunan

182
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR – Jumlah retribusi terminal di Karanganyar tengah mengalami penurunan. Hal tersebut diakibatkan adanya sepinya aktivitas penumpang serta aktivitas kendaraan umum yang keluar masuk di 12 terminal di Karanganyar.

Dua belas terminal di Karanganyar tersebut adalah Terminal Tawangmangu, Karangpandan, Tegalgede, Palur, Jungke, Matesih, Jambangan, Kemuning Ngargoyoso, Balong Jenawi, Jumapolo, Jatipuro dan Tuban Gondangrejo. Diperkirakan, selama dua tahun terakhir kondisi tersebut telah terjadi. Akhirnya, realisasi pendapatan pun kian menukik.

Menurut Kasubag Keuangan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Harti Widjajanti penurunan realisasi pendapatan dari jasa di terminal terbilang cukup signifikan. Berdasarkan catatannya, pendapatan berdasarkan retribusi dan kebersihan turun dari Rp 80 juta menjadi Rp 50 juta. Sementara, jasa MCK pun mengalamai penurunan dari Rp 36 juta menjadi Rp 35 juta.

“Penurunannya dalam dua tahun terakhir mencapai 80 persen. Hanya jasa parkir saja yang naik. Dari sebelumnya Rp 22 juta, kemudian menjadi Rp 23 juta,” ungkap Harti, kepada wartawan, Senin (2/2/2015)

Berdasarkan evaluasi, sebagian besar bus yang kerap menggunakan fasilitas terminal, hanya bus wisata carteran. Sementara, jumlah bus umum kian berkurang dari waktu ke waktu. Di sisi lain, sepinya masyarakat pengguna transportasi umum turut berimbas pada penurunan jumlah retribusi tersebut.

Lebih lanjut, tidak semua kendaraan umum mau masuk terminal untuk menjemput calon penumpang. Mereka memilih untuk mencari penumpang di tepian jalan.

“Pemanfaatan terminal untuk arus kendaraan umum pun kini juga tidak banyak. Kendaraan yang beroperasi juga tidak banyak. Kalau Minggu, di Terminal Tawangmangu, paling hanya sampai 10 armada yang beroperasi,” sebut Harti.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Terminal dan Parkir Dishubkominfo, Joko Widodo mengusulkan adanya revitalisasi untuk memperbaiki wajah terminal yang ada. Dengan demikian, terminal menjadi lebih layak dikunjungi dan jauh dari kesan kumuh.

“Terminal adalah tempat pelayanan, bukan pencetak uang. Walau sepi, tetap harus buka,” tandasnya.

Putradi Pamungkas