JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Peneliti: Ganja Menimbulkan Efek Maniak

Peneliti: Ganja Menimbulkan Efek Maniak

222
BAGIKAN

ilustrasi
ilustrasi

PENELITIAN baru menemukan bukti baru jika menghisap ganja dapat menimbulkan efek maniak. Sikap ini ditandai dengan kondisi mood yang meningkat atau mudah tersinggung dan marah.

Terdapat hubungan yang signifikan antara ganja dengan efek maniak, yang dapat berakibat pada sikap hiperaktif dan susah tidur hingga yang paling parah mengalami delusi (mendengar suara- suara).

Studi menemukan penghisap ganja terbanyak umumnya merupakan remaja.“Pemakai ganja umumnya berusia kurang dari 18 tahun,” kata Dr Steven Marwaha dari Warwick University .

“Pengguna ganja semakin hari semakin meningkat. Oleh karena itu harus ada tindakan untuk mencegah dan mengatasi penggunaan ganja pada remaja,” sambungnya.

Journal of Affective Disorders menyebutkan ganja akan menimbulkan efek maniak yaitu rasa gembira yang berlebihan, hiperaktif, susah tidur dan terparah menyebabkan delusi. Dr Steven Marwaha mengatakan ada kemungkinan penggunaan ganja merupakan salah satu penyebab gangguan bipolar.

Studi menunjukkan gejala maniak akan memperburuk kondisi seseorang yang telah didiagnosis terkena gangguan bipolar. “Kami berpendapat pengguanaan ganja adalah tahap awal dari gangguan bipolar,” tungkasnya.

Akan tetapi, dilansir dailymail, dari studi yang dipublikasikan di bulan ini menyatakan ganja dapat mengobati depresi yang terjadi akibat stres berkepanjangan. Para peneliti berpendapat molekul yang ada dalam ganja dapat meringankan depresi akibat stres kronis.

Endocannabinoid merupakan senyawa kimia yang diproduksi secara alami dalam otak serta mempengaruhi kontrol motorik, kognisi, emosi dan perilaku. Stres jangka panjang akan mengurangi produksi endocannabinoid sehinggga menimbulkan depresi. Dengan penggunaan ganja diyakini dapat meningkatkan produksi endocannabinoid sehingga terhindar dari depresi.

Bayu Arya Putra