JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Penerbangan Padat, Bandara Juanda Operasikan Tiga Landasan

Penerbangan Padat, Bandara Juanda Operasikan Tiga Landasan

237
BAGIKAN

 

ilustrasi: Maksum Nur Fauzan
ilustrasi: Maksum Nur Fauzan

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan pada 2018 Bandar Udara Juanda Surabaya di Sidoarjo ditargetkan sudah bisa mengoperasikan tiga landasan pacu untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas pesawat.

“Saat ini masih satu landasan pacu dan mulai 2015 dibangun lagi dua landasan pacu,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (3/2/2015) malam.

Pihaknya mengaku sudah melaporkannya ke Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan dalam rapat terbatas di Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa pagi.

Tidak hanya menambah landasan pacu, di Bandara Juanda juga akan dilakukan pengembangan pembangunan sehingga diharapkan mampu menampung jutaan penumpang.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut menjelaskan, saat ini Bandara Juanda per tahunnya sudah menampung 17,2 juta penumpang, sedangkan kapasitas bandara pada 2014 hanya 12,5 juta penumpang.

“Ini berarti bandara itu sudah terlalu penuh dan harus ada pengembangan pembangunan. Tiga tahun lagi targetnya harus selesai dan bisa membuat nyaman penumpang,” kata birokrat yang juga politisi tersebut.

Sebagai pendukung perluasan dan pengembangan bandara, pihaknya juga mengusulkan disediakannya kereta api langsung dari Stasiun Gubeng ke Bandara Juanda.

“Namanya ‘Elevated Gubeng-Juanda’ yakni kereta api khusus yang terintegrasi dengan Bandara Juanda,” kata dia.

Ia mengatakan, dibutuhkan lahan sekitar 4.000 hektare untuk perluasan dan pengembangan bandara tersebut.

Sementara itu, dalam rapat terbatas yang dipimpin Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tersebut juga dihadiri Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar.

Hadir juga seluruh pejabat eselon I jajaran Kemenhub RI mulai dari Badan Pelatihan SDM, Inspektorat Jenderal, Sekjen, Dirjen Darat, Dirjen Laut, Dirjen Kereta Api, Litbang, Staf Khusus dan Staf Ahli Kemenhub RI.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perhubungan menginginkan masukan terkait pembangunan di bidang perhubungan di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di di Jawa Timur.

Antara | Fiqih Arfani