JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Klaten Naik Empat Persen

Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Klaten Naik Empat Persen

896
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KLATEN – Total Penerimaan dari Pajak Bumi Bangunan, Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Klaten pada tahun 2014 lalu mengalami kenaikan sebanyak empat persen dari pada tahun 2013. Untuk penerimaan PBB-P2 tahun 2014 lalu Pemkab Klaten mencatatkan  pencapaian pajak 73,3 persen dari baku pajak. Sedangkan pada periode tahun 2013 lalu, penerimaan pajak hanya mencapai 69,6 persen dari total baku pajak

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Penagihan dan Pemungutan Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Klaten Harjanto Hery Wibowo, Rabu (4/2/2015). Menurut Harjanto, pada tahun 2014 lalu capaian meningkat menjadi 73,3 persen dengan pokok ketetapan pajak sebesar Rp 23,3 miliar. Jadi total realiasasi PBB-P2 mencapai Rp 17,1 miliar.

“Dari pencapaian tersebut, kita masih melakukan upaya untuk meningkatkan capaian penagihan PBB,”tuturnya.

Hery melanjutkan, pihaknya masih menunggu beberapa Wajib Pajak (WP) kategori besar yang belum membayarkan kewajibannya. Pihaknya mangaku akan terus mengupayakan penagihan terhadap tunggakan tersebut.

“Ada beberapa WP golongan besar yang belum melunasi kewajiban, diantaranya pengelola wisata candi, usaha toko berjejaring serta instansi rumah sakit swasta di Klaten,”ungkap

Sementara itu, dalam usaha penagihan, DPPKAD juga menghadapi permasalahan di tingkat pedesaan. Hal itu terkait dengan penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

Oleh karena itu, menurut Hery, Pemkab Klaten akan menerapkan denda bagi wajib pajak (WP) bagi yang telat membayar PBB yang menjadi kewajibannya. Besarnya denda adalah dua persen perbulan. Kebijakan itu akan berlaku mulai tahun 2015. Kebijakkan tersebut sudah disosialisasikan  dengan membagikan selebaran di kantor pelayan pajak Pemkab Klaten.

“ Pembelakukan denda tersebut kami tempuh untuk meningkatkan ketertiban masyarakat dalam membayar pajak. Denda menjadi ajang pembelajaran bagi WP.Nantinya, WP yang menunggak akan bisa dibedakan dari mereka yang rajin melunasi tagihan pajaknya tepat waktu,”pungkasnya.

Dani Prima