JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pengacara Komjen BG: Hukum Membuktikan KPK Bukan Malaikat, tapi Iblis!

Pengacara Komjen BG: Hukum Membuktikan KPK Bukan Malaikat, tapi Iblis!

295
BAGIKAN

 

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan 'SAVE KPK' di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyusun poster bertuliskan ‘SAVE KPK’ di Gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1). Mereka menuntut Mabes Polri membebaskan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto yang ditangkap pihak kepolisian. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

JAKARTA  – Presiden Jokowi memutuskan untuk tidak melantik Komjen Budi Gunawan (BG) menjadi Kapolri. Jokowi mengusulkan nama baru yakni Wakapolri Komjen Badrodin Haiti untuk menjadi calon Kapolri.

Tim pengacara Budi Gunawan, Fredrich Yunadi menilai saat ini Badrodin baru sekedar diusulkan dan statusnya masih sebagai Plt Kapolri.

“Ini kan baru diusulkan, kan harus diajukan dulu ke DPR untuk fit and proper test. Sementara ini Pak Badrodin masih Plt,” ucap Fredrich kepada detikcom, Rabu (18/2/2015).

Soal dilantik atau tidaknya BG, menurutnya itu menjadi urusan Presiden Jokowi. Namun setidaknya tim pengacara sudah membuktikan di Praperadilan jika BG tidak bersalah dan merupakan korban kriminalisasi KPK.

“Kami sudah berjuang dan kami sudah membuktikan Pak BG tidak bersalah, Pak BG korban kriminalisasi. KPK itu bukan malaikat tapi iblis,” ujar Fredrich.

Selain itu, menurut Fredrich dengan diberhentikan sementara dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto maka itu membuktikan bahwa di KPK ada orang yang bermasalah. Dia berharap polisi segera menahan dan memproses keduanya.

“Saya mengaharapkan dalam waktu singkat dua-duanya ditahan,” ucapnya.

Komjen Budi Gunawan pada Januari 2015 ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Kapolri. BG sudah melewati fit and proper tes dan disetujui DPR. Namun langkah BG harus terhenti setelah KPK menetapkan BG sebagai tersangka kasus rekening gendut.

Untuk membuktikan penetapan tersangka tidak sah, BG dan tim pengacara mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan. Pada Senin (16/2/2015) hakim memutuskan status tersangka BG yang ditetapkan oleh KPK tidak sah dan batal demi hukum

Detik | Salmah Muslimah