JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pengolahan Air Kali Pepe Telan Anggaran Rp100 Juta

Pengolahan Air Kali Pepe Telan Anggaran Rp100 Juta

251
BAGIKAN

Seorang pekerja membersihkan tanggul Kali Pepe, Senin (02/02/2015) pagi. Kegiatan tersebut merupakan persiapan wisata air dalam perayaan Grebeg Sudiro_Foto_Maksum N F
Seorang pekerja membersihkan tanggul Kali Pepe, Senin (02/02/2015) pagi. Kegiatan tersebut merupakan persiapan wisata air dalam perayaan Grebeg Sudiro | Foto: Joglosemar/Maksum N F

SOLO –Guna memenuhi kebutuhan warga Solo, Pemkot mengolah air Kali Pepe menjadi air bersih dan layak konsumsi. Program itu diperkirakan memakan biaya sekitar Rp100 miliar.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Solo, Singgih Tri Wibowo mengatakan pihaknya sudah memberikan paparan ke Walikota Solo. Pihaknya pun melakukan ujicoba dengan menyediakan mesin pengolah air di taman parkir timur PT Telkom. Di sana, mesin tersebut dapat menghasilan air bersih satu liter/ detik.

“Iya. Ini baru uji coba dengan kapasitasnya satu liter per detik. Dengan besaran itu dapat memenuhi kebutuhan 70 pelanggan,” katanya di sela-sela kegiatan Mider Projo di Benteng Vastenburg, Jumat (6/2/2015).

“Ya nanti akan dibangun semacam embung. Di mana, air hujan juga bisa ditampung di sana. Kalau overload, air bisa dibuang. Nah, air yang di dalam embung itulah yang akan kita olah,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Ahyani menambahkan dari perencanaan yang dibuat, anggaran paling banyak tersedot di infrastrukturnya. Kalau hanya mesin, imbuh dia, tidak terlalu banyak.

Mesin yang saat ini digunakan di taman parkir timur Telkom tersebut menurut dia hanya sebagai uji coba. Jika nantinya embung sudah dibangun, maka mesin tersebut akan permanen diletakkan di sana. “Sementara ini kita pakai konsep mobile (bergerak, red) dulu,” ujarnya.

Dia menambahkan, program tersebut juga harus dimintakan izin ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU). “Kalau sudah ada embung, kita bisa langsung mengolahnya. Tapi karena  airnya kita ambil dari sungai, maka perlu pengajuan izin ke Dirjen SDA,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan kualitas hasil olahan Kali Pepe itu layak dikonsumsi. Dirinya pun juga langsung mencoba dan merasakan air hasil pengolahan itu.

Murniati