JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pengukuran Lahan Proyek Waduk Gondang Dimulai Pekan Depan

Pengukuran Lahan Proyek Waduk Gondang Dimulai Pekan Depan

285
BAGIKAN
Waduk Kedung Ombo
Ilustrasi

KARANGANYAR – Awal pekan depan, Senin (16/2), pengukuran lahan warga yang terdampak megaproyek Waduk Gondang di Kerjo, dimulai. Sebanyak tiga tim dari dilakukan Kantor Pertanahan Nasional (KPN) Karanganyar bakal diterjunkan untuk mengukur tanah. Satu tim mengukur keliling waduk dan dua tim lainnya bertugas mengukur tanah warga.

Kepala KPN Karanganyar Dwi Purnama meminta agar warga sekitar membantu proses pengukuran, seperti memasang batas tanah, menunjukkan batas bidang tanah dan mempersiapkan kelengkapan surat.

“Kami minta pemilik tanah untuk hadir juga menyaksikan proses pengukuran,” ujar Dwi, dalam sosialisasi pembangunan proyek bersama instansi terkait lain di Balai Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kamis (12/2/2015).

Selama proses pengukuran tersebut, akan ada tim yang bertugas mengidentifikasi luas tanah warga yang terdampak proyek. Termasuk tim yang bertugas mengidentifikasi aset macam bangunan dan tanaman.

Selanjutnya, tanah akan dinilai oleh tim appraisal independen, guna menentukan besaran nilai. Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar penentu besaran ganti untung para pemilik tanah. Di sisi lain, hasil pengumuman tersebut bakal diumumkan, sehingga warga dapat mengecek apakah hasil identifikasi sudah sesuai atau masih diperlukan revisi data.

“Jangan sampai ada rekayasa data, kami pesan agar jujur. Begitu juga tim,” sebut Dwi.

Lebih lanjut, warga dihimbau agar tidak berhubungan dengan pihak lain yang tak bertanggung jawab. Asisten I Pemkab Karanganyar Nunung Susanto berpesan agar warga berkoordinasi dengan pemerintah desa selama proses pengukuran hingga penerimaan ganti untung.

“Kami minta camat, dan kepala desa tidak macam-macam. Warga harus dibantu, supaya nanti tidak ada masalah,” tandasnya.

Sementara, menurut Wagiman, warga Desa Ganten, pemasangan batas penanda tanah telah dilakukan warga kurang lebih dua tahun silam, termasuk mempersiapkan surat-surat penting. Namun demikian, belum ada pembicaraan soal ganti untung yang bakal diberikan.

“Tapi dalam musyawarah warga sudah pernah ada usulan, agar ganti untuk tanah tegalan Rp 500 ribu per meter, sawah Rp 1 juta per meter dan perumahan Rp 1,5 juta per meter,” urainya.

Sebagaimana diketahui, di Desa Gempolan, terdapat 100 bidang tanah warga dan 16 bidang tanah desa, yang terkena dampak proyek. Sementara di Desa Ganten, Kecamatan Kerjo, sebanyak 33 bidang tanah milik warga dan dua bidang tanah desa terkena proyek. Sedangkan di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, terdapat 67 bidang tanah warga.

Putradi Pamungkas