JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Perbaiki Jalan, Pemkab Karanganyar Siapkan Dana Rp 15 Miliar

Perbaiki Jalan, Pemkab Karanganyar Siapkan Dana Rp 15 Miliar

235
BAGIKAN
Jalan Bekas Pipa Ambles
Ilustrasi

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bakal menggelontorkan dana sebesar Rp 15 miliar untuk keperluan perbaikan jalan. Sedianya, perbaikan tersebut bakal menyasar ruas jalan Jatipuro-Jatiyoso dan Kadipekso-Jenawi. Ruas jalan tersebut kerap digunakan sebagai akses lalu lintas angkutan hasil bumi.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengemukakan, perbaikan dan pelebaran jalan Jatipuro-Jatiyoso akan memakan anggaran sebesar Rp 9 miliar. Sementara, pengerjaan di jalur Kadipekso-Jenawi bakal menghabiskan dana Rp 6 miliar.

“Selain angkutan hasil bumi sangat mengandalkan akses tersebut, jalur yang terletak di perbatasan antarkabupaten itu bisa menjadi penghubung wilayah pinggiran dengan pusat perekonomian,” ungkap Rohadi kepada wartawan, Senin (2/2/2015).

Di ruas jalan sepanjang 10 kilometer Jatipuro-Jenawi itu kerap mengalami kerusakan. Pasalnya, jalur tersebut menjadi perlintasan truk pengangkut hasil bumi dan material bangunan dari Wonogiri menuju Karanganyar maupun arah sebaliknya. Di sisi lain, ukuran lebar jalan dari semula 3 meter, sedianya bakal diperlebar.

Sejauh ini, perencanaan dan dokumen sebagai pendukung proyek telah siap. Untuk itu, Rohadi meminta akan agar lelang terbuka segera dilakukan agar proyek segera dapat terlaksana.

“Tahun lalu kan proyek dimulai Mei, sebab ada keterlambatan pengesahan APBD. Saya rasa tahun ini akan lebih cepat terlaksana,” sebutnya.

Sementara itu, Camat Jatipuro, Suprawoto mengatakan warganya sangat menantikan realisasi perbaikan jalan tersebut. pasalnya, selama ini perbaikan hanya bersifat tambal sulam. Untuk itu, ia berharap agar kualitas jalan semakin bagus, sebab selama ini hasil pengerjaan tidak pernah awet.

Di satu sisi, ia membenarkan jalur tersebut sangat vital untuk mayoritas penduduk Jatipuro yang berprofesi sebagai petani.

“Mudah-mudahan kualitasnya lebih bagus. Sebab dari pengalaman sebelumnya, harus ditambal berkali-kali,” ujarnya.

Putradi Pamungkas