JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Persis Solo Butuh Jendral Lapangan Tengah

Persis Solo Butuh Jendral Lapangan Tengah

375
BAGIKAN
Diva Tarkas harus meningkatkan fisiknya untuk dikatakan layak jadi jendral lapangan tengah. Foto : Maksum NF
Diva Tarkas harus meningkatkan fisiknya untuk dikatakan layak jadi jendral lapangan tengah. Foto : Maksum NF

SOLO – Bercokolnya para pemain muda pada skuad bayangan musim ini membuat Persis Solo butuh peran gelandang senior untuk dijadikan jendral lapangan tengah.

Memburu sejumlah nama yang sudah punya pengalaman di kompetisi Tanah Air, tambahan satu pemain ini diharapkan bisa mengatur tempo permainan Laskar Sambernyawa.

Sejak memulai seleksi pada pekan kedua Januari, Persis Solo tercatat sudah menemukan delapan pemain tengah. Namun dari jumlah itu, lima diantaranya merupakan gelandang sayap.

Mulai dari Daru Tri Laksono, Bayu Nugroho, Ainudin Devira, Andrid Wibawa dan Agung Budi. Sementara sektor sentral baru menemukan Dedy Cahyono, Diva Tarkas dan Andika.

Dari ketiga pemain itu, Pelatih Persis Solo Aris Budi Sulistyo mengaku belum menemukan sosok yang bisa mengatur cepat lambatnya permainan. Dari daya tahan tubuh pun baru Dedy yang masuk standard VO2 Max pemain tengah. Sedangkan Diva dan Andika masih butuh waktu untuk meningkatkan VO2 Max.

“kinerja gelandang dalam tiap latihan sudah terlihat bagus. Tapi seperti pemain muda lain, permainan mereka belum konsisten. Jadi kita butuh satu pemain senior yang bisa menjaga tim tampil konsisten. terutama mengatur ritme permainan,” terang Aris Budi Sulistyo saat berada di Kolam Renang Intan Pari Karanganyar, Sabtu (7/2/2015) siang.

Sosok M Rifky yang beberapa tahun jadi leader tim PS Sumbawa Barat sebenarnya pernah dibidik. Namun pemain jebolan tim PON NTB itu ternyata pilih menjalin komunikasi dengan PSS Sleman. Kini, Aris Budi coba membidik nama lain untuk memperkuat lini tengah.

“Satu pemain ini harus benar-benar bagus. Karena perannya sangat vital untuk tim. Sebisa mungkin saya akan selektif memilih pemain-pemain yang ada untuk dilihat kondisinya,” tutur Aris.

Nofik Lukman Hakim