JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Persis Solo Fokus Peningkatan Strength

Persis Solo Fokus Peningkatan Strength

316
BAGIKAN
Pemain Persis Solo Andrid Wibowo dihadangan pemain PSIS Semarang Elyas pada pertandingan ujicoba menghadapi Divisi Utama 2015, Minggu (15/02/2015) di Stadion Manahan Solo. Foto: Maksum N F
Pemain Persis Solo Andrid Wibowo dihadangan pemain PSIS Semarang Elyas pada pertandingan ujicoba menghadapi Divisi Utama 2015, Minggu (15/02/2015) di Stadion Manahan Solo. Foto: Maksum N F

SOLO – Sejumlah kekurangan yang nampak saat pertandingan uji coba lawan PSIS Semarang, Minggu (15/2/2015) sore, mulai dibenahi Persis Solo.

Salah satu yang terlihat kurang dari Ferry Anto dan kawan-kawan, yakni kekuatan otot (strength). Belum dimulainya latihan pembentukan otot tangan dan kaki membuat para pemain kerap kalah duel dengan pemain PSIS Semaraang.

Dikatakan Pelatih Fisik Pipit F Yulianto, latihan menggunakan beban untuk strength akan dijadwalkan mulai pekan depan atau usai melakoni laga tandang lawan PSIS di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (21/2/2015). Namun sebagai awalan, program strength akan digelar Selasa (17/2/2015) pagi di UTP Fitnes.

“Ini sebagai awalan program pembentukan otot besar. Kalau yang jangka panjang nanti setelah lawan PSIS. Sekalian menggenjot fisik para pemain lagi. Karena yang sekarang masih kurang, harus ditingkatkan lagi,” terang Pipit F Yulianto kepada Joglosemar.co, Senin (16/2/2015) sore.

Baru menjalankan program latihan pada akhir bulan lalu, Persis Solo sejatinya memang belum siap turun di kompetisi Divisi Utama 2015. Beruntung, karena operator kompetisi, PT Liga Indonesia (PT LI) menggelar verifikasi pada 60 klub peserta, jadwal yang semula dirancang mulai 1 Maret mundur hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Pelatih Persis Solo Aris Budi Sulistyo mengatakan, longgarnya waktu persiapan yang didapatnya membuat program latihan kembali berubah. Semula, dia ingin pekan ini ada dua uji coba. Satu lawan tim lokal pada pertengahan pekan ini dan lawan PSIS pada akhir pekan mendatang.

Namun dengan sisa waktu sekitar satu bulan, dirinya pilih menggenjot fisik pemainnya lagi. Keputusan itu diambil tak lain karena fisik para pemain terlihat habis sebelum pertandingan lawan PSIS usai. Dengan mudah pemain PSIS melewati hadangan pemain Persis ketika laga memasuki menit 80.

“Saya lihat lini bertahan kemarin cukup bagus. Pada babak pertama, tak satu pun pemain PSIS bisa membongkar empat sejajar di belakang. Tapi setelah fisik menurun, mereka mudah dilewati karena konsentrasi ikut menurun. Tidak hanya belakang, semua lini juga seperti itu,” tutur Aris Budi.

Nofik Lukman Hakim