JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Persis Solo Punya Cara Baru untuk Percepat Recovery

Persis Solo Punya Cara Baru untuk Percepat Recovery

615
BAGIKAN
Para pemain Persis Solo saat melakukan krioterapi atau terapi berendam di dalam air es usai latihan di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (4/2/2015) pagi. Metode itu dilakukan dua hari sekali untuk recovery kondisi para pemain usai menjalani latihan berat. Foto : Nofik Lukman Hakim
Para pemain Persis Solo saat melakukan krioterapi atau terapi berendam di dalam air es usai latihan di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (4/2/2015) pagi. Metode itu dilakukan dua hari sekali untuk recovery kondisi para pemain usai menjalani latihan berat. Foto : Nofik Lukman Hakim

SOLO – Cara baru digunakan Persis Solo untuk meringankan beban para pemain yang digenjot latihan berat pada pekan ini. Meniru gaya Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Laskar Sambernyawa kini melakukan krioterapi atau terapi berendam di dalam air es.

Terapi yang mulai dilakukan pada sesi latihan di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (4/2/2015) ini menggunakan enam drum yang terdiri dari tiga drum berisi air es dan tiga drum berisi air biasa. Terapi ini diyakini sangat ampuh untuk recovery para pemain usai melahab sesi latihan fisik dan pematangan strategi.

“Saat ini intensitas latihan sedang padat. Jadi para pemain butuh metode untuk recovery kondisi dengan cara lebih cepat. Berendam air es sangat bagus ketimbang pijat yang selama ini banyak dilakukan para pemain. Karena berendam air es tidak mengembalikan posisi pembentukan otot,” terang Pelatih Fisik Persis Solo, Pipit F Yulianto usai latihan.

Metode ini ternyata belum pernah dilakukan para penggawa Laskar Sambernyawa. Dedy Cahyono, Andrid Wibawa dan Ferry Anto yang mendapat kesempatan pertama untuk mencoba terapi itu sempat keluar dari drum air es. Namun setelah mencoba lagi, para pemain ini bisa tahan tiga kali satu menit berada dalam drum air es.

Pelatih Persis Solo Aris Budi Sulistyo tak kaget dengan respon para pemain saat kali pertama mencoba metode tersebut. Dengan suhu yang mendekati 0 derajat celcius, badan akan terasa sakit ketika kali pertama masuk. Namun setelah menjalani terapi yang juga disebut rest ice itu rasa lelah akan cepat pulih.

“Sebenarnya ini kurang dingin. Paling tidak dalam satu bak itu, seperempatnya berisi es. Rest ice sudah diperkenalkan dari dulu walau masih jarang diterapkan pelatih-pelatih Indonesia. Cara itu baru mulai terkenal setelah dipopulerkan Indra Sjafri bersama Timnas U-19,” tuturnya.

“Kalau dilakukan secara rutin, rest ice sangat berguna memulihkan kondisi. Asal dalam satu kali kesempatan tak lebih dari satu menit. Cara itu diulang tiga kali sembari diselingi dengan masuk air biasa selama 30 detik. Saya akan gunakan ini dua hari sekali,” tambah Aris.

Peningkatan beban latihan selama dua pekan ternyata akan menambah VO2 Max para pemain sekitar 3-5 persen. Bila di tes Minggu (1/2/2015) lalu VO2 Max para pemain baru sekitar level 11, tim pelatih berharap para pemain minimal memiliki VO2 Max hingga level 12. Khusus sektor tertentu seperti gelandang, para pemain diharapkan bisa lebih dari itu.

“Kalau dua pekan kenaikannya hanya sekitar 3-5 persen. Kalau waktunya lebih lama pasti naiknya lebih banyak. Prediksi itu juga tergantung kemauan para pemain untuk menjalani latihan berat selama dua pekan ini. KAlau benar-benar kerja, pasti VO2 Max naik. Tapi kalau sekadar ikut latihan, pasti sama seperti musim lalu,” jelas Pipit.

Nofik Lukman Hakim